Minggu, 15 Juli 2018

Hakikat Komputer

Sumber: Pixabay
Secara harfiah, komputer (computer) berarti alat penghitung. Memang pada mulanya istilah ini digunakan untuk menyebut alat bantu perhitungan. Namun, seiring dengan perkembangannya, istilah komputer mengalami perluasan arti yang disebabkan oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi dan elektronika. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan komputer sebagai:
komputer /kom·pu·ter/ n alat elektronik otomatis yang dapat menghitung atau mengolah data secara cermat menurut yang diinstruksikan, dan memberikan hasil pengolahan, serta dapat menjalankan sistem multimedia (film, musik, televisi, faksimile, dan sebagainya), biasanya terdiri atas unit pemasukan, unit pengeluaran, unit penyimpanan, serta unit pengontrolan;
Saat ini komputer memiliki peranan yang sangat besar dalam menunjang kemajuan peradaban manusia. Penggunaan komputer dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan dan menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Komputer telah menjadi salah satu kebutuhan untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari.

Perkembangan komputer yang semakin pesat dari hari ke hari, seringkali membuat segelintir manusia lupa bahwa komputer hanyalah salah satu karya manusia. Terkadang kita menghabiskan lebih banyak waktu menikmati pelayanan yang dapat diberikan oleh sebuah komputer sehingga tidak sempat mengajukan sebuah pertanyaan "mengapa sebuah komputer bisa melakukan hal itu?"

Seberapapun canggihnya sebuah komputer, sebenarnya komputer itu hanya mengikuti instruksi-instruksi yang terdapat dalam program yang terinstal dalam sistemnya. Komputer tidak memiliki pilihan selain mengikuti instruksi-instruksi itu. Supaya program komputer dapat berjalan dengan baik maka komputer harus memiliki algoritma yang baik. Algoritma merupakan sekumpulan instruksi yang terurut langkah demi langkah untuk menyelesaikan suatu masalah.

Pada dasarnya, sebuah komputer merupakan suatu sistem digital. Pada sistem digital, suatu data diproses langkah demi langkah dimana nilai pada data yang diproses disimbolkan dengan digit. Misalnya, ketika user mengetik sebuah tombol pada keyboard komputer, tombol yang ditekan menyebabkan adanya perubahan sinyal listrik yang terdeteksi di dalam transistor. Perubahan sinyal listrik yang terekam kemudian diubah dalam bentuk data diskrit yang disimbolkan dengan bilangan biner (binary digit).

Sesuai dengan namanya, bilangan biner hanya memiliki dua nilai yaitu 0 dan 1. Seluruh karakter yang terdapat dalam keyboard suatu komputer didigitalisasikan dalam bentuk angka-angka bilangan biner. Ketika user mengetik kata "saya" dengan menggunakan keyboard komputer maka kata "saya" diubah menjadi deretan angka-angka biner yang terdiri atas empat digit. Deretan bilangan biner tersebut akan disimpan sementara di dalam RAM (Random Acces Memory) selama mengetik. Jika user memutuskan untuk menyimpan tulisannya maka data yang berupa bilangan biner tersebut dipindahkan dari RAM ke harddisk.

Demikian, semoga bermanfaat!

Selasa, 19 September 2017

Mengaktifkan Modul Apache Userdir di Linux Mint dan Distro Linux Berbasis Debian Lainnya


Userdir merupakan singkatan dari User Directory.  Userdir merupakan tempat penyimpanan halaman-halaman web yang berada dalam direktori Home. Jika user biasa ingin melakukan perubahan atau penambahan terhadap file-file yang terdapat dalam direktori Localhost (/var/www/html/) maka user biasa akan ditolak oleh sistem karena tidak memiliki izin untuk mengedit direktori maupun file. User biasa dapat membuat sebuah direktori khusus dalam direktori /home/user/ yang bernama public_html sebagai tempat untuk menyimpan halaman-halaman web. Userdir dapat diaktifkan dengan mengedit file yang bernama userdir.conf. File ini terdapat dalam /etc/apache2/mods-enabled/.

Sekarang kita masuk ke dalam pembahasan yang sesungguhnya.

Bukalah terminal lalu aktifkan modul ini dengan perintah:

$ sudo a2enmod userdir

Kemudian, editlah file userdir.conf dengan menggunakan editor kesayangan anda. Dalam artikel ini, saya menggunakan editor Nano. Perintah untuk membuka file userdir.conf adalah sebagai berikut:

$ sudo nano /etc/apache2/mods-enabled/userdir.conf

Jika file-nya berhasil dibuka maka akan mendapati isi userdir.conf seperti di bawah ini:

<IfModule mod_userdir.c>
        UserDir public_html
        UserDir disabled root

        <Directory /home/*/public_html>
                AllowOverride FileInfo AuthConfig Limit Indexes
                Options MultiViews Indexes SymLinksIfOwnerMatch IncludesNoExec
                <Limit GET POST OPTIONS>
                        Require all granted
                </Limit>
                <LimitExcept GET POST OPTIONS>
                        Require all denied
                </LimitExcept>
        </Directory>
</IfModule>

# vim: syntax=apache ts=4 sw=4 sts=4 sr noet

Editlah file di atas sehingga menjadi seperti di bawah ini:

<IfModule mod_userdir.c>
        UserDir public_html
        UserDir disabled root

        <Directory /home/*/public_html>
                AllowOverride All
                Options ExecCGI
                <Limit GET POST OPTIONS>
                        Require all granted 
                </Limit>
                <LimitExcept GET POST OPTIONS>
                        Require all denied
                </LimitExcept>
        </Directory>
</IfModule>

# vim: syntax=apache ts=4 sw=4 sts=4 sr noet

Setelah anda mengedit dan menyimpan file di atas, buatlah direktori yang bernama public_html dalam direktori Home anda. Perintahnya adalah sebagai berikut:

$ mkdir ~/public_html && chmod 0755 ~/public_html

Terakhir, restart-lah apache2 daemon dengan perintah:

$ sudo service apache2 restart

Untuk mengecek keberhasilan kita dalam mengaktifkan modul userdir maka kita perlu membuat file index.html dalam direktori public_html yang telah dibuat di atas. Anda dapat menggunakan skrip HTML di bawah ini sebagai bahan uji coba.

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
 <title>User Directory</title>
</head>
<body bgcolor="cyan">
      <h1 align="center">Selamat Datang dalam Userdir</h1>
</body>
</html>

Setelah selesai membuat file index.html, bukalah browser favorit anda lalu kunjungi userdir anda. Format link-nya adalah sebagai berikut:

localhost/~username/

Contoh:

localhost/~asri/

Berikut ini adalah tampilan index.html berdasarkan skrip HTML di atas:


Jika ada yang kurang jelas, silakan bertanya dalam kolom komentar. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Minggu, 17 September 2017

Instalasi LAMP (Apache, MariaDB, PHP, dan phpMyAdmin) di Linux Mint 18.2


LAMP adalah sekumpulan perangkat lunak open source yang terdiri atas Linux, Apache, MySQL, dan PHP yang digunakan dalam pembuatan web server. LAMP terdiri atas empat komponen, yaitu:
  1. Sistem Operasi : Linux;
  2. Server : Apache;
  3. Database : MySQL;
  4. Bahasa Pemrograman : PHP.
Saat ini, MySQL sering digantikan dengan MariaDB. MariaDB merupakan alternatif database MySQL.  MariaDB dikembangkan oleh komunitas pengembang yang sebelumnya berkontribusi dalam pengembangan MySQL. Para pengembang ini membangun MariaDB ketika MySQL diakuisisi oleh Oracle yang menyebabkan hilangnya keleluasaan mereka. Dalam tutorial ini kita akan menggunakan MariaDB.

Adapun langkah-langkah penginstalan LAMP di Linux Mint atau distro linux sejenis adalah sebagai berikut:

1. Memperbaharui Sistem


Perintah untuk memperbaharui sistem adalah sebagai berikut:

$ sudo apt-get update && sudo apt-get upgrade

2. Menginstal Apache


Perintah untuk menginstal dan mengaktifkan Apache adalah sebagai berikut:

$ sudo apt-get install apache2
$ sudo systemctl start apache2
$ sudo systemctl enable apache2
$ sudo systemctl status apache2

Untuk mengecek keberhasilan instalasi maka bukalah browser untuk mengecek http://localhost/. Jika berhasil maka browser akan menampilkan halaman berikut:


3. Menginstal MariaDB


Perintah untuk menginstal MariaDB adalah sebagai berikut:

$ sudo apt-get install mariadb-server mariadb-client
$ sudo systemctl start mysql.service
$ sudo systemctl enable mysql.service
$ sudo systemctl status mysql.service

Dalam proses instalasi maka muncul permintaan mengenai password baru user root MySQL. Masukkan password yang diinginkan lalu tekan enter.

Setelah itu kita perlu menjalankan mysql_secure_installation. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

$ sudo mysql_secure_installation

NOTE: RUNNING ALL PARTS OF THIS SCRIPT IS RECOMMENDED FOR ALL MariaDB  SERVERS IN PRODUCTION USE! PLEASE READ EACH STEP CAREFULLY!

Enter current password for root (enter for none): [Tekan Enter]
OK, successfully used password, moving on...

Set root password? [Y/n] y
New password: ****** 
Re-enter new password: ******
Password updated successfully! Reloading privilege tables..
  ... Success!

Remove anonymous users? [Y/n] y
  ... Success!

Disallow root login remotely? [Y/n] y
  ... Success!

Remove test database and access to it? [Y/n] y
  - Dropping test database...
  ... Success!
  - Removing privileges on test database...
  ... Success!

Reload privilege tables now? [Y/n] y
  ... Success!

Cleaning up...

All done! If you've completed all of the above steps, your MariaDB installation should now be secure.

Thanks for using MariaDB! 

Untuk mengakses MariaDB menggunakan terminal maka perintahnya adalah sebagai berikut:

$ sudo mysql -u root -p

Berikut ini adalah tampilan awal MariaDB:


4. Menginstal PHP


Perintah untuk mengistal PHP adalah sebagai berikut:

$ sudo apt-get install php7.0 php7.0-mysql libapache2-mod-php7.0 php7.0-mbstring php7.0-common php7.0-gd php7.0-mcrypt php-gettext php7.0-curl php7.0-cli

Setelah selesai, kita sebaiknya mengecek keberhasilan instalasi PHP. Untuk itu, kita perlu membuat file yang bernama phpinfo.php dalam direktori /var/www/html/. Anda dapat menggunakan editor favorit anda. Saya sendiri lebih suka menggunakan editor Vi. Namun, penggunaan editor Vi seringkali sulit bagi sebagian orang maka dalam tutorial ini saya menggunakan editor Nano.

Perintah untuk membuat file phpinfo.php menggunakan editor Nano adalah sebagai berikut:

$ sudo nano /var/www/html/phpinfo.php

Kemudian tulislah skrip PHP di bawah ini:

<?php
  phpinfo();
?>

Simpanlah dengan perintah ctrl + x.

Setelah selesai, restart-lah Apache2 dengan perintah:

$ sudo service restart apache2

Bukalah browser untuk mengunjungi http://localhost/phpinfo.php. Jika berhasil maka browser akan menampilkan halaman di bawah ini:



5. Menginstal phpMyAdmin


Perintah untuk menginstal phpMyAdmin adalah sebagai berikut:

$ sudo apt-get -y install phpmyadmin

Dalam proses instalasi akan muncul pertanyaan mengenai web server yang digunakan. Pilih Apache2 sebagaimana yang terlihat dalam gambar di bawah ini:


Selanjutnya kita akan diminta untuk mengkonfigurasi database untuk phpMyAdmin dengan dbconfig-common. Pilih 'Yes' sebagaimana yang diperlihatkan oleh gambar berikut ini:


Selanjutnya masukkanlah password untuk phpMyAdmin sebagaimana yang diperlihatkan oleh gambar berikut ini:


Masukkanlah kembali password yang tadi untuk mengofirmasi. Perhatikanlah gambar di bawah ini:


Setelah selesai, kita perlu me-restart Apache degan perintah:

$ sudo service restart apache2

Bukalah browser lalu kunjungilah http://localhost/phpmyadmin/. Jika berhasil maka browser akan menampilkan halaman di bawah ini:


Terkadang, browser gagal menampilkan phpMyAdmin dan menampilkan halaman berikut:


Jika hal ini terjadi maka jalankanlah perintah di bawah ini:

$ cd /etc/apache2/conf-available
$ sudo unlink phpmyadmin.conf
$ sudo ln -s ../../phpmyadmin/apache.conf phpmyadmin.conf
$ sudo a2enconf phpmyadmin
$ sudo service restart apache2

Demikian tutorial kali ini. Jika ada yang kurang jelas atau kurang tepat, silakan mengisi kolom komentar. Semoga sukses!

Sabtu, 01 April 2017

12 Langkah yang Harus Ditempuh Dalam Proses Seminar Proposal Tugas Akhir di Jurusan Fisika Unhas


Disebabkan oleh kerumitan dalam pengurusan berkas-berkas yang harus disiapkan sebelum, sedang, dan setelah seminar proposal maka penulis menerbitkan artikel ini. Semua langkah yang dipaparkan dalam artikel ini didasarkan pada hasil wawancara penulis dengan narasumber yang telah melewati langkah-langkah ini (Saudara L2F). Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Surat Pengajuan Topik


Mintalah surat pengajuan topik kepada Staf Jurusan Fisika. Tulislah judul penelitian tugas akhir dan nama pembimbing anda. Setelah itu, bawalah surat tersebut kepada pembimbing anda untuk diparaf.

2. Pembuatan SK Pembimbing


Menghadaplah ke Sekretaris Jurusan dengan melampirkan surat pengajuan topik. Setelah mendapatkan surat pengantar pembuatan SK Pembimbing yang ditandatangani oleh ketua jurusan, bawalah surat tersebut ke Fakultas untuk diterbitkan pada hari yang sama. Usahakan datang pagi-pagi supaya dapat diterbitkan pada hari itu. Setelah diterbitkan, fotokopilah minimal 10 (tergantung banyaknya orang diundang dalam seminar proposal penelitian). Setelah difotokopi, datanglah ke staf pengurusan surat-menyurat di Fakultas supaya SK Pembimbing distempel.

3. Pembuatan SK Penguji


Mintalah pengantar pembuatan SK Penguji dengan melampirkan SK pembimbing kepada sekretaris jurusan. Setelah dapat pengantar pembuatan SK yang telah ditandatangi oleh ketua jurusan, lalu dibawa ke Fakultas untuk diterbitkan pada hari yang sama.Usahakan pagi-pagi supaya cepat diterbitkan karena kalau kesiangan maka terbitnya besok (tergantung keberadaan dekan).

4. Pembuatan Surat Siap Naik Proposal


Surat Siap Naik Proposal dibuat sendiri. Mintalah formatnya ke teman sejurusan. Surat tersebut harus ditandatangani oleh Pembimbing Utama.

5. Menyiapkan KRS Semester yang Sedang Berjalan


Siapkanlah KRS terakhir yang telah ditandatangani oleh PA (Pembimbing Akademik). Dalam KRS tersebut haruslah terprogram seminar proposal. Setelah ditanda-tangani, fotokopilah sebanyak-banyaknya.

6. Menyiapkan Transkrip Nilai


Menghadaplah ke Staf Jurusan Fisika untuk meminta dicetakkan Transkrip Nilai. Setelah diparaf oleh Staf Jurusan, menghadaplah ke Ketua Jurusan untuk meminta tanda tangan. Setelah itu, bawalah Transkrip tersebut ke Kasubag Akademik (Fakultas) untuk diparaf. Kemudian, serahkan Transkrip tersebut kepada Sekretaris Dekan. Jika anda mengurus transkrip pagi-pagi maka kemungkinan besar akan terbit hari itu juga (tergantung keberadaan Dekan). Setelah selesai ditanda-tangani, fotokopilah transkrip tersebut minimal 10 rangkap. Kemudian, bawalah Transkrip tersebut beserta fotokopiannya ke Staf Jurusan Fisika supaya distempel. Setelah distempel, kembalilah ke Fakultas untuk menghadap ke Staf Bagian Surat-Menyurat guna mendapatkan stempel.

7. Menyiapkan Kartu Kuning


Kartu Kuning adalah kartu kontol mengikuti seminar proposal dan seminar hasil. Pemilik Kartu Kuning haruslah telah menghadiri (sebagai peserta) seminar proposal minimal 10 kali.

8. Menghadap Kepada Panitia Seminar


Menghadaplah ke Panitia Seminar dengan melampirkan berkas-berkas yang telah diperoleh pada langkah nomor 2-7 untuk mendapatkan izin dan penetapan jadwal seminar proposal. Setelah mengatur jadwal, mintalah format nilai kepada Panitia Seminar. Selain format nilai dari Panitia Seminar, terdapat juga format nilai yang dibuat oleh orang yang ingin melaksanakan seminar proposal (mintalah formatnya ke teman).

10. Menyiapkan Undangan kepada Pembimbing dan Penguji Seminar.


Mintalah format Undangan kepada teman anda. Harap diingat:
  • Untuk pembimbing : amplop berisi undangan, SK Pembimbing, SK Penguji, dan draf proposal.
  • Untuk Penguji : amplop berisi undangan, SK Penguji, dan draf proposal.
  • Untuk Ketua Jurusan : amplop berisi undangan, SK Pembimbing, dan SK Penguji. Undangan diberikan kepada Staf Jurusan.

Sebelum pembuatan undangan, cocokkanlah jadwal antara Panitia Seminar dengan para Pembimbing dan Penguji. Kalau tidak bisa hadir semua, minimal 80% orang yang diundang hadir.

11. Pelaksanaan Seminar Proposal


Sebelum melaksanakan seminar, format nilai dari Panitia Seminar harus diisi dengan nama, NIM, judul penelitian, nama pembimbing, nama penguji, dan tanggal seminar. Kemudian, serahkan kedua format nilai (dari Panitia Seminar dan yang dibuat sendiri) kepada Pembimbing Utama. 

12. Penandatanganan Nilai Hasil Seminar Proposal


Nilai hasil seminar proposal ditanda-tangani oleh Pembimbing Utama. Setelah itu, diparaf oleh sekretaris jurusan. Kemudian, ditandatangani oleh Ketua Jurusan. Lalu, dibawa ke Kasubag Akademik lalu diserahkan kepada Sekretaris Dekan untuk ditanda-tangani oleh Dekan.

Setelah ditanda-tangani oleh Dekan, tinggalkanlah gedung dekanat lalu carilah tempat fotokopi terdekat. Setelah sampai di tempat fotokopian, fotokopilah berkas Nilai Hasil Seminar Proposal tersebut sebanyak-banyaknya.

Setelah selesai, datanglah ke Staf Jurusan Fisika untuk mendapatkan stempel. Kemudian, kembalilah lagi ke gedung dekanat untuk mendapatkan stempel dari Staf Bagian Surat-Menyurat. Terakhir, jangan lupa menghadap ke Staf Bagian Pengimputan Nilai untuk mengimput nilai proposal.

Versi PDF dapat diunduh di sini!

Semangatko Cika!

Senin, 27 Maret 2017

Perlunya Melestarikan dan Menyempurnakan Bahasa Bugis dan Aksara Lontara'

Buku yang menggunakan aksara Lontara

Adanya Akasara Lontara' yang diwariskan untuk kita oleh para pendahulu merupakan salah satu hal yang wajib disyukuri oleh Bangsa Indonesia pada umumnya dan suku Bugis pada khususnya. Dengan aksara inilah para leluhur menulis karya sastra terpanjang di dunia yaitu Lontara' I Lagaligo yang sekarang tersimpan dengan baik di negeri Belanda.

Tidak ada manusia yang hidup abadi. Salah satu cara untuk melestarikan pemikiran adalah dengan mewariskan pemikiran tersebut melalui tulisan agar para penerus dapat mengambil manfaat darinya. Tentu saja, para penerus haruslah terlebih dahulu menguasai bahasa dan aksara yang digunakan oleh para leluhurnya sebelum mempelajari manuskrip-manuskrip yang diwariskan untuknya. Oleh karena itu, sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita semua untuk mempelajari bahasa Bugis dan aksara Lontara'nya.

Sekarang ini bahasa Bugis sudah banyak dipengaruhi oleh bahasa Indonesia yang menjadi bahasa persatuan di Negara Indonesia yang tercinta. Hal ini merupakan suatu hal yang alamiah dan telah terjadi pada banyak bahasa di dunia. Sekarang masyarakat Bugis di daerah Bone, ketika mengucapkan kata menonton dalam bahasa Bugis, mereka menggunakan kata manontong. Kata tersebut merupakan kata serapan dari bahasa Indonesia yaitu menonton. Sebenarnya hal ini dapat dimaafkan jika memang dalam bahasa Bugis tidak terdapat terjemahan dari kata menonton, tapi ternyata ada, hanya kita yang malas menggunakannya. Orang-orang dulu menggunakan kata makkîtaîta untuk kata menonton, tapi sekarang kata tersebut tidak pernah terdengar terucapkan oleh orang-orang yang sedang berkomunikasi dalam bahasa Bugis di daerah kelahiran saya, Kota Beradat Watampone.

Bahasa Bugis itu unik. Salah satu keunikannya adalah suatu kata dapat saja memiliki dua arti yang saling bertolak belakang, misalnya kata bâli. Bâli dalam bahasa Bugis memiliki banyak arti yang tergantung dari susunan kata dalam kalimat yang sedang diucapkan. Bali dapat berarti pasangan tapi dapat juga berarti lawan atau musuh. 

Jika ada orang berkata, "Îga muéra sibâli ri wettummu mabbulutangkisi'?" (Siapa yang kamu ajak untuk berpasangan sewaktu bermain bulu tangkis?). Maka arti dari kata bâli dalam kalimat ini adalah pasangan dalam permainan bulu tangkis ganda.

Tapi jika dikatakan, "Îga mancâji balimmu ri wettummu mabbulutangkisi'?" (Siapa yang menjadi lawanmu sewaktu bermain bulu tangkis?). Maka yang dimaksud bâli dalam kalimat tersebut adalah lawan dalam pertandingan bulu tangkis. 

Terdapat kerabat dari kata bâli yang dapat diterjemahkan menjadi bantu atau teman yaitu baling. Jika ada yang berkata, "Balingngi ambo’mu maddâre'!" (Bantulah/Temanilah ayahmu berkebun!). Maka arti dari kata baling dalam kalimat tadi adalah bantulah atau temanilah. Saat ini, penggunaan kata baling sudah sering digantikan oleh kata bantu yang diserap dari bahasa Indonesia.

Jika tidak ada daya upaya dalam melestarikan bahasa Bugis maka suatu saat semua kata dalam bahasa Bugis akan tergantikan oleh katakata serapan dari bahasa Indonesia. Salah satu cara untuk melestarikan bahasa Bugis adalah dengan membuat kamus bahasa Bugis sehingga kata yang sudah jarang digunakan dalam berkomunikasi dapat terselamatkan. Akan tetapi cara ini tidak sepenuhnya memberikan solusi terhadap semua masalah yang dihadapi.

Salah satu masalah yang dihadapi oleh bahasa Bugis sebagai bahasa daerah yang paling banyak penuturnya di Sulawesi Selatan adalah kurangnya minat generasi mudah untuk mempelajari dan mengkaji bahasa Bugis walaupun bahasa Bugis menjadi bahasa ibu mereka. Hal ini dikarenakan oleh adanya kesan bahwa bahasa Bugis hanya sekadar sebagai bahasa untuk berkomunikasi dengan orang-orang pedalaman Bugis yang belum terlalu memahami bahasa Indonesia sehingga bahasa ini tidak terlalu dibutuhkan. 

Mereka tidak melihat bahasa Bugis sebagai sebuah pusaka, kehormatan, identitas, filosofi, dan seni bagi masyarakat Bugis. Untuk mengatasi masalah ini maka banyak hal yang dapat dilakukan. Antara lain menulis buku-buku yang menjelaskan tentang arti sesungguhnya bahasa Bugis bagi masyarakat Bugis sejak zaman dahulu hingga sekarang, menerjemahkan kisah I Lagaligo dalam bentuk buku sehingga semua orang dapat mengetahui bahwa kisah I Lagaligo lebih baik dari kisah Mahabharata dari India yang sekarang ini selalu ditayangkan di televisi, menulis karya sastra yang berbahasa Bugis sehingga kesusastraan Bugis terus berlanjut, dan lain-lain.

Kita kembali dalam masalah aksara Lontara' yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan. Huruf Lontara' bersifat silabis, yaitu setiap huruf selalu diikuti oleh huruf vokal. Jadi jika kita akan menulis kata Bambang dalam huruf Lontara', maka hanya membutuhkan dua huruf yaitu huruf Ba dua kali karena huruf tersebut telah menyatu dengan huruf vokal. 

Sifat silabis ini erat kaitannya dengan bahasa Bugis yang tidak memiliki huruf mati kecuali huruf /Ng/ misalnya ladang, sadang, bubung, madang dan lain-lain. Selain itu, dalam bahasa Bugis terdapat banyak sekali kata yang memiliki glottal stop, yaitu sebuah penekanan yang biasanya terdapat di akhir kata yang pengucapannya mirip dengan cara baca huruf Hamzah sukun (mati) dalam huruf Hijaiyyah. Misalnya labbu' (tepung), sâbu' (sabuk), lîpa' (sarung), pajjâguru' (tinju), dan lain-lain. 

Jika terdapat kata atau nama yang berasal dari bahasa asing maka kata tersebut akan dimodivikasi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan sistem bunyi bahasa Bugis. Contoh Muhamma' (Muhammad), pistôlu (pistol), Akurang (Al-Qur’an), gése' (gas), Ingjili' (Injil), dan lain-lain.

Perubahan bunyi yang terjadi pada huruf-huruf ketika terjadi pengadopsian terhadap kata yang berasal dari bahasa asing merupakan hal yang sudah umum dalam bahasa-bahasa di dunia. Bahkan, Allah SWT melakukan hal yang sama dalam Al-Qur'an. Misalnya, nama Nabi Esau yang berasal dari bahasa Ibrani berubah menjadi Isa dalam Al-Qur'an. 

Sebagian besar nama-nama yang tercantum dalam Al-Qur'an merupakan nama-nama yang berasal dari orang-orang yang tidak berbahasa Arab. Dalam kitab suci Al-Qur'an, kita akan menemukan nama-nama yang berasal dari kaum Yahudi seperti Daud (David), Sulaiman (Salomo), Ilyas (Elia), Ilyasa' (Eliza), dan lain-lain. Sebagai seorang muslim, saya menganggap bahwa hal seperti ini tidak apa-apa karena Allah saja melakukannya di dalam Al-Qur'an.

Masalah akan muncul dalam tulisan Lontara' ketika kita mempertanyakan pelafalan asli dari sebuah kata yang berasal dari bahasa asing. Tentu saja hal ini tidak dapat dilakukan dengan menggunakan aksara Lontara' yang ada saat ini.

Mari kita sejenak berimajinasi, anggaplah kita hidup dalam sebuah negara yang menggunakan bahasa Bugis sebagai bahasa nasionalnya dan aksara Lontara' sebagai aksara resmi negara. 

Anggaplah anda adalah seorang mahasiswa jurusan Sejarah dalam sebuah Universitas ternama di negara tersebut. Bahasa Bugis dan aksara Lontara' digunakan dalam proses belajar mengajar di kampus. Kemudian, anda membaca sebuah buku di perpustakaan yang membahas tentang perjalanan bangsa Mongol yang dipimpin oleh Jenghiz Khan untuk menguasai dunia. 

Dalam buku tersebut nama dari Jenghiz Khan adalah Jenghise' Kang karena disesuaikan dengan tata bunyi dalam bahasa Bugis. Apakah anda tidak penasaran bagaimana orang Mongol menyebut nama pemimpin (Jenghiz Khan) mereka saat itu? 

Apakah mereka menyebut namanya dengan Jenghise' Kang? Tentu saja tidak. Terus, bagaimana cara menjelaskan penyebutan asli nama tersebut dalam masyarakat Mongol dalam sebuah buku yang berbahasa Bugis dan ditulis dengan menggunakan aksara Lontara'? 

Kita harus membuat huruf-huruf tambahan untuk mengatasi masalah ini tanpa menghilangkan satu huruf pun dari huruf-huruf yang telah ada. Kalau kita tidak melakukan hal ini maka kita akan kesulitan membuat kamus bahasa Inggris-Bugis yang disertai dengan cara melafalkan bahasa Inggris dalam buku yang menggunakan huruf Lontara'.

Saya pernah mengalami sebuah masalah saat memulai penulisan buku yang menceritakan silsilah dan sejarah masyarakat Mico. Awalnya, saya ingin menulis buku ini menggunakan bahasa Bugis dan aksara Lontara' supaya bisa juga dibaca oleh orang-orang tua yang hanya mahir membaca aksara Lontara'. Namun, niat baik saya dihalangi oleh kekurangan aksara Lontara'. 

Dalam aksara Lontara’, penulisan kata bôdé' (sebuah nama) sama dengan penulisan kata bondéng (juga sebuah nama). Hal ini akan mengganggu pembaca buku saya yang membahas tentang silsilah yang banyak memuat nama-nama yang tidak lagi digunakan saat ini. Mereka akan kesulitan membaca sebuah kata yang dapat dibaca dengan beberapa cara. Akhirnya, saya memutuskan menulis buku itu dengan menggunakan aksara Latin. Sejak saat itu, saya menyadari betapa pentingnya menyempurnakan aksara Lontara'.

Banyak orang menentang tindakan penyempurnaan aksara Lontara' karena menghawatirkan hilangnya kemurnian dari aksara Lontara' itu sendiri. Mereka juga khawatir generasi muda tidak akan dapat lagi membaca manuskrip-manuskrip dari para pendahulu karena huruf Lontara' yang mereka pelajari tidak sama dengan huruf Lontara' yang terdapat dalam manuskrip-manuskrip.

Hal ini hanya akan terjadi jika: 
  • Kita mengganti sebagian atau keseluruhan dari huruf-huruf Lontara' dengan huruf baru.
  • Kita mengubah secara keseluruhan aksara Lontara' yang bersifat silabis menjadi aksara Lontara’ yang bersifat fonetis.

Akan tetapi, kekhawatiran di atas tidak akan terjadi jika:
  • Tetap menggunakan kaidah pembacaan huruf-huruf Lontara' sebagaimana yang diwariskan, yaitu bersifat silabis.
  • Setiap bahasa asing yang diserap selalu dimodifikasi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan tata bunyi dalam bahasa Bugis.
  • Huruf-huruf dan kaidah-kaidah tambahan hanya digunakan dalam situasi tertentu misalnya dalam menulis nama orang, kota, pengucapan suatu kata dalam kamus, dan lain-lain.
  • Menulis ulang semua manuskrip sejarah dengan penulisan yang disesuaikan dengan kaidah-kaidah baru dalam tulisan.

Saat ini terdapat usaha sebagian para ahli untuk menambahkan sistem penulisan angka dalam aksara Lontara'. Mereka beralasan bahwa aksara Lontara' belum memiliki angka sehingga hal ini perlu dilakukan. Angka Arab yang sering digunakan dalam teks-teks Lontara' sangat berbeda dengan huruf-huruf Lontara' secara geometris sehingga hal ini mengganggu pikiran dan perasaan mereka. 

Bukankah aksara-aksara di Cina, Korea, dan Jepang tetap menggunakan angka Arab? Penggunaaan angka baru bukan mempermudah generasi muda melainkan mempersulit mereka. Saya pikir masih banyak hal yang lebih penting untuk dilakukan daripada hal semacam ini.

Inilah yang menjadi alasan saya mengapa melestarikan dan menyempurnakan aksara Lontara' dan bahasa Bugis begitu penting. Sekian!

Versi PDF dapat diunduh di sini.

Senin, 13 Maret 2017

Hal-Hal Mendasar yang Perlu Dilakukan Sebelum Menggunakan Bahasa Pemrograman C/C++ di Windows


Dalam artikel sebelumnya, saya telah membahas hal-hal mendasar yang perlu dilakukan sebelum menggunakan bahasa pemrograman C/C++ di Ubuntu dan Linux Mint. Rasanya tidak adil jika saya tidak menulis topik pembahasan yang sama untuk pengguna Windows. Dalam artikel ini, saya menggunakan Windows 10.

Saya tidak akan membahas lagi pengenalan singkat bahasa pemrograman C/C++. Bagi yang belum mengenal bahasa C/C++ dapat merujuk ke artikel sebelumnya. Kita langsung masuk ke pokok bahasan.

1. Menginstal Kompiler


Mesin komputer tidak mengerti bahasa pemrograman, mesin hanya mengerti bilangan biner 1 dan 0. Supaya mesin komputer dapat melakukan instruksi-instruksi programmer yang tertuang dalam kode sumber  (source code) program maka kode sumber tersebut harus diterjemahkan  ke dalam bahasa tingkat rendah (bahasa yang dipahami oleh mesin). Kode sumber adalah adalah suatu rangkaian pernyataan atau deklarasi yang ditulis dalam bahasa pemrograman komputer yang terbaca manusia.  

Perangkat lunak yang bertugas dalam proses penerjemahan ini dinamakan penerjemah (translator). Dalam dunia pemrograman, terdapat 2 jenis penerjemah, yaitu:
  1. Interpreter : perangkat lunak yang mampu mengeksekusi kode sumber program lalu menerjemahkannya ke dalam bahasa mesin baris demi baris sambil mengikuti logika yang ada dalam program tersebut.
  2. Kompiler (compiler) : perangkat lunak yang mampu menerjemahkan kode sumber program  ke dalam bahasa mesin secara keseluruhan dan menghasilkan keluaran (output) berupa file yang dapat dieksekusi (executable). File keluaran tersebut dapat dibagikan dan dijalankan oleh orang lain tanpa harus menyertakan kode-sumbernya.
Bahasa C/C++ merupakan bahasa pemrograman yang menggunakan kompiler dalam penerjemahan. Karena itu, hal pertama yang perlu dilakukan sebelum membuat program dalam bahasa C/C++ adalah menginstal kompiler.

Ada banyak jenis kompiler bahasa C/C++ dan yang selalu saya gunakan adalah GCC. Bagaimana cara menginstal GCC di Windows? Ikutilah langkah-langkah yang dipaparkan selanjutnya.

Kunjungilah http://sourceforge.net/projects/mingw-w64/ lalu unduh wingw-w64-install.exe. Jika sudah selesai, masuklah ke folder tempat wingw-w64-install.exe tersimpan lalu klik ganda untuk memulai proses instalasi sehingga tampil jendela berikut:


Tentu saja kita klik Next hingga muncul jendela di bawah ini:


Sesuaikan Achitecture dengan jenis sistem operasi yang anda gunakan (64 bit atau 32 bit). Setelah selesai, klik Next hingga muncul tampilan di bawah ini:


Tungulah (dengan penuh kesabaran) hingga proses instalasi selesai. Setelah selesai, klik Next hingga muncul tampilan di bawah ini:


Klik Finish. Sampai di sini, kompiler telah selesai terinstal di komputer anda. Langkah selanjutnya, kita lakukan pengeditan konfigurasi sistem.

Masuklah ke folder dimana MinGW-W64 terinstal lalu masuklah ke folder bin. Dalam komputer saya, lokasinya adalah Program Files/mingw-w64/x86_64-6.3.0-posix-sjlj-rt_v5-rev1/mingw64/bin. Perhatikan gambar di bawah ini:


Kopilah lokasi folder bin (lihat coretan merah dalam gambar di atas).

Selanjutnya, masuklah ke dalam Control Panel > System and Security > System. Di bagian kiri terdapat menu Advanced System Settings, klik menu tersebut hingga muncul jendela baru. Perhatikan gambar di bawah ini:


Setelah muncul jendela baru, klik Environment Variables hingga muncul tampilan di bawah ini:


Klik Path lalu klik Edit (perhatikan warna biru mudah dan lingkaran merah dalam gambar di atas). Selanjutnya akan ditampilkan jendela di bawah ini:


Pada bagian Variable Value, paste lokasi folder bin yang telah dikopi tadi (perhatikan gambar di atas).

Pengaturan konfigurasi ini bertujuan untuk memudahkan user mengompilasi kode sumber program. Kita tidak perlu lagi masuk ke folder bin setiap kali mengompilasi kode sumber program menggunakan Command Prompt.

2. Mengetes Kompiler


Untuk mengetes kompiler yang telah kita instal di atas kita membutuhkan dua kode sumber program yaitu kode sumber yang berbahasa C dan kode sumber yang berbahasa C++. Jika anda sudah memiliki kode sumber program berbahasa C dan C++ maka anda bisa menggunakan itu. Jika belum maka tulislah script di bawah ini dalam editor (misal: notepad).

Program sederhana menggunakan bahwa C:

1
2
3
4
5
#include <stdio.h>
int main(void) {
   printf("Hello, world!\n");
   return 0;
}

Setelah selesai, simpanlah dengan ekstensi .c misalnya bahasac.c.

Program sederhana menggunakan bahasa C++:

1
2
3
4
5
6
7
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
   cout <<"Hello, world!"<< endl;
   return 0;
}

Simpanlah dengan ekstensi .cpp misalnya bahasacpp.cpp.

Setelah selesai, bukalah Command Prompt lalu masuklah ke folder tempat kedua file C dan C++ di atas tersimpan. Pada komputer saya, saya menyimpannya dalam folder Desktop di partisi C.

Saya menggunakan perintah di bawah ini dalam mengompilasi dan mengeksekusi program:

1
2
3
4
5
6
cd Desktop
dir
gcc -o bahasac bahasac.c
g++ -o bahasacpp bahasacpp.cpp
bahasac
bahasacpp

Perintah cd digunakan untuk berpindah folder (direktory). Perintah cd Desktop berarti berpindah ke folder Desktop. Perintah dir digunakan untuk melihat isi folder. Perintah dalam baris ke 3 dan 4 berfungsi untuk mengompilasi dua kode sumber program yang telah dibuat. bahasac dan bahasacpp merupakan nama file hasil kompilasi sedangkan bahasac.c dan bahasacpp.cpp merupakan nama file yang akan dikompilasi.

Hasilnya dapat dilihat dalam gambar di bawah  ini:


Kedua tanda panah berwarna merah dalam gambar di atas memperlihatkan keluaran dari program.

Demikian tutorial kali ini. Jika ada yang terluput, silakan bertanya dalam kolom komentar. Semoga bermanfaat!

Rabu, 08 Maret 2017

Hal-Hal Mendasar yang Perlu Dilakukan Sebelum Menggunakan Bahasa Pemrograman C/C++ di Ubuntu dan Linux Mint


Saya telah menulis beberapa artikel pemrograman menggunakan bahasa C++ dalam blog ini. Beberapa saat kemudian, seorang kenalan saya yang tertarik dengan bahasa pemrograman C/C++ sempat menanyakan cara menginstal kompiler C/C++ di komputer beserta cara mengompilasi source code. Nah, saya pikir, mungkin ada beberapa orang yang mengalami masalah yang sama jadi saya memutuskan untuk menulis artikel yang membahas hal ini.

Mohon maaf bagi anda yang pengguna Windows. Saya belum pernah menggunakan C/C++ di Windows. Saya selalu menggunakan Linux Mint (turunan Ubuntu) ketika membuat program, jadi saya hanya bisa memaparkan hal-hal dasar yang sebaiknya dilakukan sebelum menggunakan bahasa pemrograman C/C++ di Ubuntu dan Linux Mint.

1. Mengenal Bahasa Pemrograman C dan C++


Saya mengasumsikan bahwa sebagian dari pembaca artikel ini merupakan orang-orang yang masih dalam tahap penasaran dan belum mengenal bahasa C/C++. Maka dari itu, saya terlebih dahulu mengenalkan bahasa C/C++ dalam bahasan yang seringkas mungkin.

Bahasa C dikembangkan oleh Dennis Ritchie di Bong Labs pada tahun 1972. Bahasa pemrograman C awalnya dikembangkan untuk Sistem Operasi Unix (nenek moyang Sistem Operasi Linux) namun sekarang sering digunakan dalam komputasi sains dan pengembangan software aplikasi.

Bahasa C merupakan bahasa pemrograman level menengah (midle level programming). Istilah level di sini mengacu pada kemampuan manusia memahami suatu bahasa pemrograman. Semakin tinggi level suatu bahasa pemrograman maka semakin mudah dipahami oleh manusia.

Awalnya, bahasa C dikategorikan ke dalam bahasa pemrograman level tinggi (high level programming) namun levelnya diturunkan karena sekarang sudah banyak bahasa pemrograman yang lebih mudah dimengerti daripada bahas C. Bahasa Python dan Perl merupakan salah satu contoh bahasa pemrograman level tinggi.

Nama bahasa C terbilang cukup unik karena hanya terdiri dari satu huruf padahal bahasa pemrograman lain yang kita kenal saat ini memiliki nama yang lebih dari satu huruf misalnya Python, Fortran, Pearl, dan lain-lain. Kenapa  nama bahasa ini hanya terdiri dari satu huruf yaitu C?

Bahasa C merupakan pengembangan dari bahasa sebelumnya, yaitu bahasa B. Huruf C berada setelah huruf B sehingga bahasa ini dinamai dengan bahasa C.

Pada tahun 1983, Bjarne Stroustrup menciptakan bahasa pemrograman baru yang merupakan pengembangan dari bahasa C. Bjarne Stroustrup menamai bahasa pemrograman yang baru dibuatnya dengan nama C++. Hal mendasar yang membedakan bahasa C dengan bahasa C++ adalah adanya dukungan bahasa C++ terhadap konsep pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming).

2. Hal-Hal Mendasar yang Perlu Dilakukan


Supaya kita dapat membuat program menggunakan bahasa C/C++ pada distro Ubuntu atau Linux Mint maka ada beberapa hal mendasar yang perlu dilakukan. Apakah itu?

Jawabannya adalah menginstal kompiler (compiler) dan hal-hal lain yang mendukung suksesnya proses kompilasi. Bagaimana pun canggihnya program yang anda tulis (kode sumber) dengan memanfaatkan bahasa C/C++, kode sumber (source code) tersebut tidak akan berguna sebelum dikompilasi lalu dijalankan. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Mesin komputer tidak mengerti bahasa C/C++ maupun bahasa pemrograman yang lain. Mesin komputer hanya mengerti bahasa level rendah (low level language) yang berbentuk deretan bilangan biner 0 dan 1.

Supaya mesin komputer dapat memahami keinginan programmer yang tertuang dalam kode sumber program maka kode sumber program harus dikompilasi ke dalam bahasa level rendah (bahasa mesin). Software yang bertanggung-jawab dalam proses kompilasi bahasa pemrograman ke dalam bahasa mesin disebut dengan kompiler (compiler).

Ok, kita akan menginstal kompiler dan hal-hal lain yang turut mendukung suksesnya proses kompilasi. Bukalah terminal (CTRL + ALT + T) lalu jalankanlah perintah di bawah ini baris demi baris:

 1
 2
 3
 4
 5
 6
 7
 8
 9
10
11
sudo apt-get update
sudo apt-get install build-essential software-properties-common -y
sudo add-apt-repository ppa:ubuntu-toolchain-r/test -y
sudo apt-get update
sudo apt-get install gcc-snapshot -y
sudo apt-get update
sudo apt-get install gcc-6 g++-6 -y
sudo update-alternatives --install /usr/bin/gcc gcc /usr/bin/gcc-6 60 --slave /usr/bin/g++ g++ /usr/bin/g++-6
sudo apt-get install gcc-4.8 g++-4.8 -y
sudo update-alternatives --install /usr/bin/gcc gcc /usr/bin/gcc-4.8 60 --slave /usr/bin/g++ g++ /usr/bin/g++-4.8
sudo update-alternatives --config gcc

Setelah selesai, cobalah menjalankan perintah berikut di terminal:

1
2
gcc -v
g++ -v

Jika komputer menampilkan versi GCC dan G++, berarti kompiler anda berhasil terinstal dengan baik.

3. Membuat Program Sederhana dalam Bahasa C dan C++


Pembahasan dalam bagian ini telah melanggar judul artikel. Namun, bagian ini penting untuk memastikan bahwa software-software yang telah kita instal dalam bagian sebelumnya dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Kita akan membuat program sederhana untuk menampilkan teks "Hello, world!" pada terminal. Bukalah editor favorit anda (contoh: xed, gedit) lalu tulislah script bahasa C di bawah ini:

1
2
3
4
5
#include <stdio.h>
int main(void) {
   printf("Hello, world!\n");
   return 0;
}

Setelah selesai, simpanlah dengan ekstensi .c misalnya bahasac.c.

Bukalah kembali editor lalu tulislah script bahasa C++ di bawah ini:

1
2
3
4
5
6
7
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
   cout <<"Hello, world!"<< endl;
   return 0;
}

Simpanlah dengan ekstensi .cpp misalnya bahasacpp.cpp.

Bukalah terminal untuk mengompilasi kedua source code di atas lalu menjalankan program hasil kompilasi. Masuklah ke direktori tempat kedua source code di atas tersimpan lalu jalankanlah perintah di bawah ini:

1
2
3
4
gcc -o bahasac bahasac.c
g++ -o bahasacpp bahasacpp.cpp
./bahasac
./bahasacpp

Hasilnya diperlihatkan oleh gambar di bawah ini:


Semoga berhasil. Jika ada yang kurang jelas, silakan bertanya di kolom komentar!

Komputasi Jumlah dan Selisih Dua Buah Matriks Menggunakan Bahasa Pemrograman C++


Dua buah matriks yang akan dikenai operasi penjumlahan dan pengurangan haruslah berukuran sama. Dua buah matriks dikatakan memiliki ukuran yang sama jika dan hanya jika jumlah baris matriks pertama sama dengan jumlah baris matriks kedua dan jumlah kolom matriks pertama sama dengan jumlah kolom matriks kedua.

Matriks $\mathbf{A}$ berukuran $3 \times 3$:
\begin{align}
\mathbf{A} = \begin{bmatrix}
a_{11} & a_{12} & a_{13} \\
a_{21} & a_{22} & a_{23} \\
a_{31} & a_{32} & a_{33}
\end{bmatrix} \label{matriksA}
\end{align}
dan matriks $\mathbf{B}$ berukuran $3 \times 3$:
\begin{align}
\mathbf{B} = \begin{bmatrix}
b_{11} & b_{12} & b_{13} \\
b_{21} & b_{22} & b_{23} \\
b_{31} & b_{32} & b_{33}
\end{bmatrix} \label{matriksB}
\end{align}
Jika matriks $\mathbf{C}= \mathbf{A} + \mathbf{B}$ maka elemen-elemen matriks $\mathbf{C}$ dapat dicari dengan cara:
\begin{align}
c_{11} &= a_{11} + b_{11} \notag \\
c_{12} &= a_{12} + b_{12} \notag \\
c_{13} &= a_{13} + b_{13} \notag \\
c_{21} &= a_{21} + b_{21} \notag \\
c_{22} &= a_{22} + b_{22} \label{matriksC} \\
c_{23} &= a_{23} + b_{23} \notag \\
c_{31} &= a_{31} + b_{31} \notag \\
c_{32} &= a_{32} + b_{32} \notag \\
c_{33} &= a_{33} + b_{33} \notag
\end{align}
Jika matriks $\mathbf{D}= \mathbf{A} - \mathbf{B}$ maka elemen-elemen matriks $\mathbf{D}$ dapat dicari dengan cara:
\begin{align}
d_{11} &= a_{11} - b_{11} \notag \\
d_{12} &= a_{12} - b_{12} \notag \\
d_{13} &= a_{13} - b_{13} \notag \\
d_{21} &= a_{21} - b_{21} \notag \\
d_{22} &= a_{22} - b_{22} \label{matriksD} \\
d_{23} &= a_{23} - b_{23} \notag \\
d_{31} &= a_{31} - b_{31} \notag \\
d_{32} &= a_{32} - b_{32} \notag \\
d_{33} &= a_{33} - b_{33} \notag
\end{align}

Dengan menggunakan ($\ref{matriksC}$) dan ($\ref{matriksD}$), kita akan membuat sebuah program untuk mencari jumlah dan selisih dua buah matriks. Karena dalam dunia komputasi, setiap elemen dua buah matriks yang akan dicari jumlah dan selisihnya harus diketahui nilainya maka kita terlebih dahulu beri nilai tiap elemen kedua matriks yang terdapat dalam ($\ref{matriksA}$) dan ($\ref{matriksB}$), yaitu:
\begin{align}
\mathbf{A} &= \begin{bmatrix}
3 & -1 & 4 \\
5 & 0 & 2 \\
8 & 9 & 4
\end{bmatrix} \label{nilaiA} \\
\mathbf{B} &= \begin{bmatrix}
3 & 8 & 1 \\
0 & 4 & -5 \\
-2 & 3 & 3
\end{bmatrix} \label{nilaiB}
\end{align}

Script Dasar


Pada bagian ini, kita akan langsung memasukkan rumus yang ada dalam ($\ref{matriksC}$) dan ($\ref{matriksD}$) ke dalam program dan tanpa menggunakan loop.

1
 2
 3
 4
 5
 6
 7
 8
 9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
#include<iostream>
#include<cmath>
using namespace std;

int main()
{
 int A[10][10], B[10][10], C[10][10], D[10][10];
    cout << "\n===============================================";
    cout << "\n             ASRI FISIKA 12 UNHAS              ";
    cout << "\n        JUMLAH DAN SELISIH 2 MATRIKS           ";
    cout << "\n         MAKASSAR, 15 DESEMBER 2016            ";
    cout << "\n===============================================";
    cout << endl;
    // Inisialisasi matriks A
    A[0][0] = 3;
    A[0][1] = -1;
    A[0][2] = 4;
    A[1][0] = 5;
    A[1][1] = 0;
    A[1][2] = 2;
    A[2][0] = 8;
    A[2][1] = 9;
    A[2][2] = 4;
    // Inisialisasi matriks B
    B[0][0] = 3;
    B[0][1] = 8;
    B[0][2] = 1;
    B[1][0] = 0;
    B[1][1] = 4;
    B[1][2] = -5;
    B[2][0] = -2;
    B[2][1] = 3;
    B[2][2] = 3;
    // Proses penjumlahan matriks A dan B
    C[0][0] = A[0][0] + B[0][0];
    C[0][1] = A[0][1] + B[0][1];
    C[0][2] = A[0][2] + B[0][2];
    C[1][0] = A[1][0] + B[1][0];
    C[1][1] = A[1][1] + B[1][1];
    C[1][2] = A[1][2] + B[1][2];
    C[2][0] = A[2][0] + B[2][0];
    C[2][1] = A[2][1] + B[2][1];
    C[2][2] = A[2][2] + B[2][2];
    // Proses pencarian selisih matriks A dan B
    D[0][0] = A[0][0] - B[0][0];
    D[0][1] = A[0][1] - B[0][1];
    D[0][2] = A[0][2] - B[0][2];
    D[1][0] = A[1][0] - B[1][0];
    D[1][1] = A[1][1] - B[1][1];
    D[1][2] = A[1][2] - B[1][2];
    D[2][0] = A[2][0] - B[2][0];
    D[2][1] = A[2][1] - B[2][1];
    D[2][2] = A[2][2] - B[2][2];
    // Menampilkan matriks A
    cout << "\nMatriks A :\n" << endl;
    cout << A[0][0] << "\t" << A[0][1] << "\t" << A[0][2] << endl;
    cout << A[1][0] << "\t" << A[1][1] << "\t" << A[1][2] << endl;
    cout << A[2][0] << "\t" << A[2][1] << "\t" << A[2][2] << endl;
    // Menampilkan matriks B
    cout << "\nMatriks B :\n" << endl;
    cout << B[0][0] << "\t" << B[0][1] << "\t" << B[0][2] << endl;
    cout << B[1][0] << "\t" << B[1][1] << "\t" << B[1][2] << endl;
    cout << B[2][0] << "\t" << B[2][1] << "\t" << B[2][2] << endl;
    // Menampilkan hasil penjumlahan
    cout << "\nJumlah matriks A dan B :\n" << endl;
    cout << C[0][0] << "\t" << C[0][1] << "\t" << C[0][2] << endl;
    cout << C[1][0] << "\t" << C[1][1] << "\t" << C[1][2] << endl;
    cout << C[2][0] << "\t" << C[2][1] << "\t" << C[2][2] << endl;
    // Menampilkan selisih
    cout << "\nSelisih matriks A dan B :\n" << endl;
    cout << D[0][0] << "\t" << D[0][1] << "\t" << D[0][2] << endl;
    cout << D[1][0] << "\t" << D[1][1] << "\t" << D[1][2] << endl;
    cout << D[2][0] << "\t" << D[2][1] << "\t" << D[2][2] << endl;
    cout << endl;
    return 0;
}

Penggunaan Loop dalam Script


Pada script di atas, perhatikanlah kelompok baris berikut:
  1. Baris ke-35 Sampai baris ke-43,
  2. Baris ke-45 sampai baris ke-53,
  3. Baris ke-56 sampai baris ke-58,
  4. Baris ke-61 sampai baris ke-63,
  5. Baris ke-66 sampai baris ke-68,
  6. Baris ke-71 sampai baris ke-73.
Kelompok-kelompok baris di atas memiliki pola sehingga dapat diubah ke dalam bentuk loop.

1
 2
 3
 4
 5
 6
 7
 8
 9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
#include<iostream>
#include<cmath>
using namespace std;
int main()
{
    int A[10][10], B[10][10], C[10][10], D[10][10];
    int i,j,m,n;
    m = 3;
    n = 3;
    cout << "\n===============================================";
    cout << "\n             ASRI FISIKA 12 UNHAS              ";
    cout << "\n        JUMLAH DAN SELISIH 2 MATRIKS           ";
    cout << "\n      PONDOK NURLINA, 18 DESEMBER 2016         ";
    cout << "\n===============================================";
    cout << endl;
    // Inisialisasi matriks A
    A[0][0] = 3;
    A[0][1] = -1;
    A[0][2] = 4;
    A[1][0] = 5;
    A[1][1] = 0;
    A[1][2] = 2;
    A[2][0] = 8;
    A[2][1] = 9;
    A[2][2] = 4;
    // Inisialisasi matriks B
    B[0][0] = 3;
    B[0][1] = 8;
    B[0][2] = 1;
    B[1][0] = 0;
    B[1][1] = 4;
    B[1][2] = -5;
    B[2][0] = -2;
    B[2][1] = 3;
    B[2][2] = 3;
    // Proses penjumlahan matriks A dan B
    for(i=0; i<m; i++)
    {
        for(j=0; j<n; j++)
        C[i][j] = A[i][j] + B[i][j];
    }
    // Proses pencarian selisih matriks A dan B
    for(i=0; i<m; i++)
    {
        for(j=0; j<n; j++)
        D[i][j] = A[i][j] - B[i][j];
    }
    // Menampilkan matriks A
    cout << "\nMatriks A :\n" << endl;
    for(i=0;i<m;i++)
    {
        for(j=0; j<n; j++)
        cout << A[i][j] << "\t";
        cout << endl;
    }
    // Menampilkan matriks B
    cout << "\n\nMatriks B :\n" << endl;
    for(i=0; i<m; i++)
    {
        for(j=0; j<n; j++)
        cout << B[i][j] << "\t";
        cout << endl;
    }
    // Menampilkan hasil penjumlahan
    cout << "\nJumlah matriks A dan B :\n" << endl;
    for(i=0; i<m; i++)
    {
        for(j=0; j<n; j++)
        cout << C[i][j] << "\t";
        cout << endl;
    }
    // Menampilkan selisih
    cout << "\nSelisih matriks A dan B :\n" << endl;
    for(i=0; i<m; i++)
    {
        for(j=0; j<n; j++)
        cout << D[i][j] << "\t";
        cout << endl;
    }
    cout << endl;
    return 0;
}

Gambar di bagian atas artikel ini memperlihatkan hasil dari program.

Sekian postingan kali ini. Jika ada yang kurang jelas, silakan bertanya di kolom komentar. Semoga bermanfaat!