Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 September 2017

Mengaktifkan Modul Apache Userdir di Linux Mint dan Distro Linux Berbasis Debian Lainnya


Userdir merupakan singkatan dari User Directory.  Userdir merupakan tempat penyimpanan halaman-halaman web yang berada dalam direktori Home. Jika user biasa ingin melakukan perubahan atau penambahan terhadap file-file yang terdapat dalam direktori Localhost (/var/www/html/) maka user biasa akan ditolak oleh sistem karena tidak memiliki izin untuk mengedit direktori maupun file. User biasa dapat membuat sebuah direktori khusus dalam direktori /home/user/ yang bernama public_html sebagai tempat untuk menyimpan halaman-halaman web. Userdir dapat diaktifkan dengan mengedit file yang bernama userdir.conf. File ini terdapat dalam /etc/apache2/mods-enabled/.

Sekarang kita masuk ke dalam pembahasan yang sesungguhnya.

Bukalah terminal lalu aktifkan modul ini dengan perintah:

$ sudo a2enmod userdir

Kemudian, editlah file userdir.conf dengan menggunakan editor kesayangan anda. Dalam artikel ini, saya menggunakan editor Nano. Perintah untuk membuka file userdir.conf adalah sebagai berikut:

$ sudo nano /etc/apache2/mods-enabled/userdir.conf

Jika file-nya berhasil dibuka maka akan mendapati isi userdir.conf seperti di bawah ini:

<IfModule mod_userdir.c>
        UserDir public_html
        UserDir disabled root

        <Directory /home/*/public_html>
                AllowOverride FileInfo AuthConfig Limit Indexes
                Options MultiViews Indexes SymLinksIfOwnerMatch IncludesNoExec
                <Limit GET POST OPTIONS>
                        Require all granted
                </Limit>
                <LimitExcept GET POST OPTIONS>
                        Require all denied
                </LimitExcept>
        </Directory>
</IfModule>

# vim: syntax=apache ts=4 sw=4 sts=4 sr noet

Editlah file di atas sehingga menjadi seperti di bawah ini:

<IfModule mod_userdir.c>
        UserDir public_html
        UserDir disabled root

        <Directory /home/*/public_html>
                AllowOverride All
                Options ExecCGI
                <Limit GET POST OPTIONS>
                        Require all granted 
                </Limit>
                <LimitExcept GET POST OPTIONS>
                        Require all denied
                </LimitExcept>
        </Directory>
</IfModule>

# vim: syntax=apache ts=4 sw=4 sts=4 sr noet

Setelah anda mengedit dan menyimpan file di atas, buatlah direktori yang bernama public_html dalam direktori Home anda. Perintahnya adalah sebagai berikut:

$ mkdir ~/public_html && chmod 0755 ~/public_html

Terakhir, restart-lah apache2 daemon dengan perintah:

$ sudo service apache2 restart

Untuk mengecek keberhasilan kita dalam mengaktifkan modul userdir maka kita perlu membuat file index.html dalam direktori public_html yang telah dibuat di atas. Anda dapat menggunakan skrip HTML di bawah ini sebagai bahan uji coba.

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
 <title>User Directory</title>
</head>
<body bgcolor="cyan">
      <h1 align="center">Selamat Datang dalam Userdir</h1>
</body>
</html>

Setelah selesai membuat file index.html, bukalah browser favorit anda lalu kunjungi userdir anda. Format link-nya adalah sebagai berikut:

localhost/~username/

Contoh:

localhost/~asri/

Berikut ini adalah tampilan index.html berdasarkan skrip HTML di atas:


Jika ada yang kurang jelas, silakan bertanya dalam kolom komentar. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Minggu, 17 September 2017

Instalasi LAMP (Apache, MariaDB, PHP, dan phpMyAdmin) di Linux Mint 18.2


LAMP adalah sekumpulan perangkat lunak open source yang terdiri atas Linux, Apache, MySQL, dan PHP yang digunakan dalam pembuatan web server. LAMP terdiri atas empat komponen, yaitu:
  1. Sistem Operasi : Linux;
  2. Server : Apache;
  3. Database : MySQL;
  4. Bahasa Pemrograman : PHP.
Saat ini, MySQL sering digantikan dengan MariaDB. MariaDB merupakan alternatif database MySQL.  MariaDB dikembangkan oleh komunitas pengembang yang sebelumnya berkontribusi dalam pengembangan MySQL. Para pengembang ini membangun MariaDB ketika MySQL diakuisisi oleh Oracle yang menyebabkan hilangnya keleluasaan mereka. Dalam tutorial ini kita akan menggunakan MariaDB.

Adapun langkah-langkah penginstalan LAMP di Linux Mint atau distro linux sejenis adalah sebagai berikut:

1. Memperbaharui Sistem


Perintah untuk memperbaharui sistem adalah sebagai berikut:

$ sudo apt-get update && sudo apt-get upgrade

2. Menginstal Apache


Perintah untuk menginstal dan mengaktifkan Apache adalah sebagai berikut:

$ sudo apt-get install apache2
$ sudo systemctl start apache2
$ sudo systemctl enable apache2
$ sudo systemctl status apache2

Untuk mengecek keberhasilan instalasi maka bukalah browser untuk mengecek http://localhost/. Jika berhasil maka browser akan menampilkan halaman berikut:


3. Menginstal MariaDB


Perintah untuk menginstal MariaDB adalah sebagai berikut:

$ sudo apt-get install mariadb-server mariadb-client
$ sudo systemctl start mysql.service
$ sudo systemctl enable mysql.service
$ sudo systemctl status mysql.service

Dalam proses instalasi maka muncul permintaan mengenai password baru user root MySQL. Masukkan password yang diinginkan lalu tekan enter.

Setelah itu kita perlu menjalankan mysql_secure_installation. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

$ sudo mysql_secure_installation

NOTE: RUNNING ALL PARTS OF THIS SCRIPT IS RECOMMENDED FOR ALL MariaDB  SERVERS IN PRODUCTION USE! PLEASE READ EACH STEP CAREFULLY!

Enter current password for root (enter for none): [Tekan Enter]
OK, successfully used password, moving on...

Set root password? [Y/n] y
New password: ****** 
Re-enter new password: ******
Password updated successfully! Reloading privilege tables..
  ... Success!

Remove anonymous users? [Y/n] y
  ... Success!

Disallow root login remotely? [Y/n] y
  ... Success!

Remove test database and access to it? [Y/n] y
  - Dropping test database...
  ... Success!
  - Removing privileges on test database...
  ... Success!

Reload privilege tables now? [Y/n] y
  ... Success!

Cleaning up...

All done! If you've completed all of the above steps, your MariaDB installation should now be secure.

Thanks for using MariaDB! 

Untuk mengakses MariaDB menggunakan terminal maka perintahnya adalah sebagai berikut:

$ sudo mysql -u root -p

Berikut ini adalah tampilan awal MariaDB:


4. Menginstal PHP


Perintah untuk mengistal PHP adalah sebagai berikut:

$ sudo apt-get install php7.0 php7.0-mysql libapache2-mod-php7.0 php7.0-mbstring php7.0-common php7.0-gd php7.0-mcrypt php-gettext php7.0-curl php7.0-cli

Setelah selesai, kita sebaiknya mengecek keberhasilan instalasi PHP. Untuk itu, kita perlu membuat file yang bernama phpinfo.php dalam direktori /var/www/html/. Anda dapat menggunakan editor favorit anda. Saya sendiri lebih suka menggunakan editor Vi. Namun, penggunaan editor Vi seringkali sulit bagi sebagian orang maka dalam tutorial ini saya menggunakan editor Nano.

Perintah untuk membuat file phpinfo.php menggunakan editor Nano adalah sebagai berikut:

$ sudo nano /var/www/html/phpinfo.php

Kemudian tulislah skrip PHP di bawah ini:

<?php
  phpinfo();
?>

Simpanlah dengan perintah ctrl + x.

Setelah selesai, restart-lah Apache2 dengan perintah:

$ sudo service restart apache2

Bukalah browser untuk mengunjungi http://localhost/phpinfo.php. Jika berhasil maka browser akan menampilkan halaman di bawah ini:



5. Menginstal phpMyAdmin


Perintah untuk menginstal phpMyAdmin adalah sebagai berikut:

$ sudo apt-get -y install phpmyadmin

Dalam proses instalasi akan muncul pertanyaan mengenai web server yang digunakan. Pilih Apache2 sebagaimana yang terlihat dalam gambar di bawah ini:


Selanjutnya kita akan diminta untuk mengkonfigurasi database untuk phpMyAdmin dengan dbconfig-common. Pilih 'Yes' sebagaimana yang diperlihatkan oleh gambar berikut ini:


Selanjutnya masukkanlah password untuk phpMyAdmin sebagaimana yang diperlihatkan oleh gambar berikut ini:


Masukkanlah kembali password yang tadi untuk mengofirmasi. Perhatikanlah gambar di bawah ini:


Setelah selesai, kita perlu me-restart Apache degan perintah:

$ sudo service restart apache2

Bukalah browser lalu kunjungilah http://localhost/phpmyadmin/. Jika berhasil maka browser akan menampilkan halaman di bawah ini:


Terkadang, browser gagal menampilkan phpMyAdmin dan menampilkan halaman berikut:


Jika hal ini terjadi maka jalankanlah perintah di bawah ini:

$ cd /etc/apache2/conf-available
$ sudo unlink phpmyadmin.conf
$ sudo ln -s ../../phpmyadmin/apache.conf phpmyadmin.conf
$ sudo a2enconf phpmyadmin
$ sudo service restart apache2

Demikian tutorial kali ini. Jika ada yang kurang jelas atau kurang tepat, silakan mengisi kolom komentar. Semoga sukses!

Senin, 26 September 2016

Tidak dapat menjalankan perintah sudo di Terminal Fedora


Postingan kali ini membahas mengenai masalah yang biasa didapati oleh teman-teman saya yang baru menggunakan Linux. Seorang teman pernah mengadukan masalahnya saat tidak dapat menjalankan perintah sudo di terminal Fedora. Hal ini dikarenakan tipe akun tidak disetting sebagai administrator saat proses instalasi.

Ok, kita langsung saja ke TKP. Ada dua cara untuk mengatasi masalah ini, yaitu:

  1. Mengedit file sudoers dalam direktori etc
  2. Mengaktifkan mode administrator melalui System Settings

File sudoers dapat diedit dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Buka Terminal
  • Masuk ke mode superuser dengan perintah su
  • Buka file sudoers dengan menjalankan perintah berikut:
gedit /etc/sudoers
  • Di dalam file sudoers, anda akan melihat kode seperti di bawah:
ROOT All=(ALL) ALL
  • Jika sudah ketemu, tambahkan baris dibawah ini tepat di bawah kode di atas dengan mengganti namauser dengan username anda:
namauser ALL=(ALL) ALL
  • Simpan perubahan lalu restart komputer.

Jika anda belum terbiasa berhadapan dengan baris-baris kode seperti di atas maka gunakan cara kedua, yaitu:

  • Masuk ke System Settings
  • Pada bagian Sistems, klik User Accounts
  • Ubah Account Type menjadi Administrator
  • Keluar kemudian restart komputer

Semoga bermanfaat!

Kamis, 10 Maret 2016

Mengubah Warna Huruf Terminal Fedora


Pernahkah anda merasa bosan dengan tampilan terminal dimana teks-teks yang ada di situ tanpa warna (baca : putih semua). Jika tidak, berarti tulisan ini tidak cocok untuk anda, hehe. Jika ya, mari kita lanjut membaca.

Di home, terdapat file yang bernama .bashrc.  Pengaturan warna terminal dapat dilakukan dengan menambahkan script pada file tersebut. Khusus untuk pemula Linux (maaf ya kalau terdengar kasar), tanda titik di depan nama file .bashrc menandakan bahwa file tersebut tersembunyi (hidden). Untuk menampilkannya maka gunakan perintah berikut di terminal:


ls -a


Jika anda ingin melihatnya di file manager, klik menu View lalu pilih show hidden file atau gunakan shorcut CTRL + H.

Jika anda berniat mengubah file .bashrc, ada baiknya jika anda mem-backup isi file tersebut terlebih dahulu supaya bisa dikembalikan ke kondisi awal jika terjadi masalah yang tidak diinginkan nantinya. Jika sudah, silakan buka terminal kemudian buka file .bashrc dengan cara:


gedit .bashrc


Kemudian tambahkan perintah berikut di bagian akhir:

export PS1="\e[1;33m[\u\[\033[1;32m\]@\[\033[1;33m\]\h \[\033[1;37m\]\W\[\033[1;33m\]]\[\033[1;31m\]\$ \e[m"

Simpan perubahan lalu buka ulang terminal untuk melihat hasilnya.

Jika hanya mengubah file .bashrc yang yang di home maka tampilan terminal dalam mode root akan sedikit bermasalah (jika anda mempermasalahkannya). Jika kita masuk ke mode root maka simbol user biasa yang berupa dollar (\$) tidak berubah menjadi simbol root yang berupa tanda pagar (#).

Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena file .bashrc untuk root belum diedit. File .bashrc untuk root berada dalam direktori /root. Jika anda tidak mengubah file .bashrc yang berada di root maka simbol root akan ikut berubah menjadi $. Untuk mengatasi hal ini, buka file .bashrc di root dengan cara:


su 
cd /root 
gedit .bashrc


Lalu tambahkan perintah berikut di bagian akhir:

export PS1="\e[1;33m[\u\[\033[1;32m\]@\[\033[1;33m\]\h \[\033[1;37m\]\W\[\033[1;33m\]]\[\033[1;31m\]# \e[m"

Simpan perubahan. Keluar dari mode superuser lalu masuk kembali ke mode superuser untuk melihat hasilnya. Jika ada penjelasan yang terluput, silakan bertanya di kolom komentar.

Demikian postingan kali ini. Semoga bermanfaat!

Selasa, 08 Maret 2016

Mengubah Warna Huruf Terminal Ubuntu

Tampilan Terminal Ubuntu

Seorang teman saya pernah mempermasalahkan tampilan huruf-huruf di terminalnya yang katanya membosankan. Tulisan-tulisan yang ada di situ tidak berwarna (hanya istilah, maksudnya berwarna putih) dan membosankan. Setelah saya membantu menyelesaikan masalahnya, tiba-tiba saya berpikir untuk membahas masalah ini di blog. Mungkin saja ada di antara teman-teman yang mengalami hal yang sama.

Baiklah, kita mulai. Silakan buka terminal kesayangan anda dengan menekan tombol CTRL + ALT + T kemudian jalankan perintah di bawah ini:


ls -a


Anda akan melihat sebuah file yang bernama .bashrc. Buka file tersebut dengan menjalankan perintah di bawah ini:


gedit .bashrc


Jika anda tidak suka menggunakan editor gedit, anda bisa menggantinya dengan editor favorit anda. Jenis editor yang digunakan tidak mempengaruhi hasil akhir selama anda mahir menggunakannya. Di sini, saya menggunakan gedit karena lebih ramah terhadap pemula.

Jika editor gedit telah terbuka, ada baiknya jika anda mengaktifkan nomor barisnya (line number) untuk mempermudah pencarian (kita akan mencari sesuatu). Caranya, klik menu Edit, pilih Preferences, lalu ceklis Display line number dalam tab View.

Hilangkan tanda pagar (#) yang ada di awal baris ke-46 sehingga tampak seperti berikut:

force_color_prompt=yes 

Setelah selesai, perhatikan baris ke-60. Editlah baris tersebut sehingga tampak seperti di bawah ini:

PS1='${debian_chroot:+($debian_chroot)}\[\033[01;33m\]\u\[\033[01;31m\]@\[\033[01;33m\]\h\[\033[01;36m\]:\[\033[01;34m\]\w\[\033[00m\]\$ '

Simpan perubahan lalu keluar terminal kemudian masuk kembali, lihat apa yang terjadi. Gampang kan, teman-teman? Semoga berhasil!

Demikian postingan kali ini. Jika ada yang terluput, silakan bertanya di kolom komentar.

Senin, 22 Februari 2016

Hal-Hal Mendasar yang Perlu Dilakukan Setelah Menginstal Fedora 23


Saat ini teman-teman saya di UNHAS sedang mengambil mata kuliah Pengantar Linux, mereka sering kebingungan ketika selesai menginstal Linux di komputer mereka terutama yang menggunakan Fedora. Fedora memiliki sedikit tutorial di Internet, tidak seperti Ubuntu. Jadi, tidak ada salahnya kalau saya menulis mengenai hal-hal dasar yang perlu dilakukan setelah menginstal Fedora 23 walaupun Fedora 23 sudah lama rilis.

1. Mengubah tipe akun menjadi administrator


Secara default, tipe akun bagi user di Fedora adalah user biasa (kecuali telah disetting pada saat instalasi Fedora 23 sebagai administrator). Buka Setting lalu masuk ke bagian Users, ubah akun tipe menjadi administrator. Hal ini dilakukan supaya user dapat menjalankan perintah sudo di terminal.

2. Memperbaharui sistem


Hal penting yang sebaiknya dilakukan setelah instalasi adalah memperbaharui sistem. Perintahnya adalah sebagai berikut:


sudo dnf update


3. Instal Gnome Tweak Tool


Aplikasi ini digunakan untuk mengubah tema, ikon atau tampilan windows (jendela). Perintahnya adalah sebagai berikut:


sudo dnf install gnome-tweak-tool


4. Instal Codec


Codec diperlukan untuk memutar file-file mp3, mp4, mkv, dan lain-lain. Perintahnya adalah sebagai berikut:


sudo dnf install gstreamer-plugins-bad gstreamer-plugins-bad-free-extras gstreamer-plugins-ugly gstreamer-ffmpeg gstreamer1-libav gstreamer1-plugins-bad-free-extras gstreamer1-plugins-bad-freeworld gstreamer1-plugins-base-tools gstreamer1-plugins-good-extras gstreamer1 plugins-ugly gstreamer1-plugins-bad-free gstreamer1-plugins-good gstreamer1-plugins-base gstreamer1


Demikian tutorial kali ini. Semoga bermanfaat!

Minggu, 22 Februari 2015

Tips Bagi Pemula Linux


Saya banyak menemui orang yang baru bermigrasi dari Windows ke Linux atau orang yang sekedar mencoba Linux dengan cara dual boot, mereka kebingungan dengan Linux. Banyak dari mereka mengira sebelumnya bahwa Linux dapat dijalankan seperti menjalankan sistem operasi yang lain. Kita terkadang bingung dengan apa yang harus dilakukan dan berniat untuk kembali ke kebiasaan sebelumnya. Inilah tips-tips bagi anda yang dapat saya bagi :

Hilangkan mindset anda bahwa Windows sama dengan Linux


Linux sangat berbeda dengan Windows. Di Linux jangan heran jika tidak ada istilah DATA(D) atau DATA(E). Di Linux hanya ada istilah Home, itulah tempat data pribadi anda tersimpan. Di Linux tidak ada istilah scan virus karena sampai sekarang Linux aman dari serangan virus, semoga tetap seperti itu. Aplikasi-aplikasi berformat .exe yang sering dijalankan di Windows tidak dapat diinstal di Linux kecuali anda menggunakan aplikasi yang bernama Wine. 

File-file yang berformat .odt (LibreOffice) tidak dapat dibaca oleh MS-Office, sebaliknya file-file yang berformat .docx (MS-Office) dapat dibaca/dibuka oleh LibreOffice di Linux. Ketika anda menginstal dua OS di komputer anda (dual-boot) maka partisi-partisi Windows dapat dibuka di  Linux sedangkan partisi-partisi Linux tidak dapat dibuka di Windows. Partisinya saja tidak dapat dilihat apalagi dibuka. Banyak sekali perbedaan antara Windows dengan Linux, saya tidak bisa sebutkan semuanya di sini.

Menginstal Codecs


Banyak pemula yang bingung ketika mereka ingin memutar file-file mp4 atau mp3 dan ternyata file-file tersebut tidak dapat terputar. Padahal, apalikasi pembuka file-file tersebut telah tersedia. Hal ini terjadi ketika anda menggunakan distro Ubuntu dan turunanya seperti Kubuntu, Lubuntu, atau Xubuntu. Distro-distro tersebut belum dilengkapi dengan codecs yang berfungsi untuk menjalankan file-file berformat mp3, mp4, flv, dan lain-lain. Cara menginstalnya banyak bertebaran di Google.

Jangan menghindari Command Line/Terminal


Anda tidak dikatakan pernah menggunakan Linux jika tidak pernah bermain-main dengan Terminal karena inti dari Linux ada di Terminal walaupun bukan hanya Linux yang mempunyai Terminal. Windows juga memiliki terminal yang bernama Command Promp yang jauh tersembunyi di menu Aksesoris. Kalau anda hanya mengklik icon dan tidak mau menggunakan Terminal walau hanya sekali maka tidak ada bedanya  ketika anda di Windows. Pelajari perintah-perintah Terminal sedikit demi sedikit maka anda akan ketagihan dan kelihatan seperti seorang profesional.

Install Kingsoft


Kingsoft merupakan sebuah aplikasi Office yang tampilannya mirip dengan MS-Office di Windows. Aplikasi ini perlu diinstal supaya kita tidak terlalu kaget dengan LibreOffice yang tampilannya sangat berbeda dengan MS-Office.

Kenali Fungsi Dari Masing-Masing Direktori


Dengan mengenali fungsi dari masing-masing direktori maka anda akan memiliki gambaran umum tentang cara kerja sistem operasi anda. Dengan begitu, anda akan lebih cepat mengetahui solusinya ketika komputer anda bermasalah. Bahkan anda akan semakin mencintai OS (Operating System) baru anda.

Semoga bermanfaat!

Rabu, 18 Februari 2015

Hal-Hal yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Menginstal Linux Mint 17.1 Rebecca


Linux Mint merupakan salah satu distro Linux yag tidak lain adalah turunan dari Ubuntu. Linux Mint menggunakan repository Ubuntu dalam penginstalan aplikasi-aplikasinya. Linux Mint merupakan distro Linux yang unik. Saat penginstalan Linux Mint telah selesai, kita sudah bisa langsung memutar file-file musik dan video yang berformat mp3, mp4, flv ataupun 3gp. Berbeda halnya dengan distro Ubuntu yang harus diinstalkan codec terlebih dahulu sebelum memutar file-file tersebut. Bahkan secara default Linux Mint sudah dilengkapi dengan pemutar video VLC yang sudah sangat populer. Walaupun sudah bisa digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan standar bukan berarti sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukan setelah proses instalasi selesai. Berikut hal-hal yang perlu dilakukan setelah instalasi Linux Mint 17.1 Rebecca (Cinnamon, Mate, XFCE dan KDE) :

1. UPDATE


Anda perlu meng-update sistem anda supaya sesuai dengan repository Ubuntu. Update bertujuan untuk mengambil index repository (secara online). Index repository sangat penting karena tanpanya apt-get tidak bisa menginstal suatu aplikasi. Index ini berisi daftar URL lengkap dari seluruh isi server yang berisi paket-paket berformat debian. Index ini bisa anda lihat di /var/lib/apt/lists. Update bisa dilakukan dengan cara membuka terminal dari menu atau dengan menekan tombol ctrl+alt+T kemudian mengetikkan :


sudo apt-get update



kemudian tekan Enter. Anda akan diminta untuk memasukkan password. Jika anda seorang pemula Linux maka jangan heran ketika password anda tidak ditampilkan di Terminal, hal ini untuk menjaga privasi anda. Setelah selesai memasukkan password, tekan Enter maka peroses update akan berlangsung. Tunggu hingga selesai. Perlu diingat bahwa proses update dan penginstalan aplikasi baik melalui Terminal ataupun melalui aplikasi berbasis grafis haruslah terhubung ke internet.

2. MENGATUR SOFTWARE SOURCE


Klik Menu > Administration > Software Source. Di sini anda akan mengatur mirror yang berfungsi sebagai sumber saat anda menginstal aplikasi nantinya. Klik pilihan yang terdapat pada Main (rebecca) [yang ada gambar benderanya], klik mirror yang paling cepat lalu klik Apply.



3. INSTAL JAVA


Java sangat penting ketika kita menjalankan aplikasi yang membutuhkan aplikasi Java di Browser. Ketik di terminal perintah di bawah ini lalu tekan Enter:


sudo apt-get instal openjdk-7-jdk


Jika suatu saat anda memutuskan untuk me-uninstall openjdk maka gunakan perintah di bawah ini:


sudo apt-get purge openjdk


Jika anda lebih memilih Java keluaran Oracle maka ikuti perintah di bawah ini:


sudo apt-get-repository ppa:webupd8team/java
sudo apt-get update
sudo apt-get install oracle-java7-installer


Ingat, di atas ada tiga perintah. Jangan tulis ketiganya sekaligus. Ketik satu lalu tekan Enter, tunggu hingga selesai sebelum memasukkan perintah berikutnya [Ini khusus untuk Pemula Linux].

Jika anda suatu saat berniat untuk me-uninstall Java keluaran Oracle maka gunakan perintah di bawah ini:


sudo apt-get remove oracle-java7-installer


4. INSTAL FLASH PLAYER


Flash Player sangat diperlukan ketika kita ingin memutar video di Browser. Ini dia perintah untuk menginstalnya:


sudo apt-get install flashplugin-installer


5. INSTAL GOOGLE CHROME



Untuk mesin 32 Bit :


wget https://dl.google.com/linux/direct/google-chrome-stable_current_i386.deb 
sudo gdebi google-chrome-stable_current_i386.deb


Untuk mesin 64 Bit :


wget https://dl.google.com/linux/direct/google-chrome-stable_current_amd64.deb
sudo gdebi google-chrome-stable_current_amd64.deb


6. INSTAL ADOBE READER



Sebenarnya Linux Mint sudah dilengkapi dengan aplikasi pembaca file berformat PDF tapi saya sendiri lebih suka menggunakan Adobe Reader (barangkali anda juga). Jika anda ingin mengistal Adobe Reader maka perintahnya adalah sebagai berikut:


sudo apt-get install acroread

6. INSTAL TLP


TLP berfungsi untuk mengontrol baterai dari panas dan pemakaian daya yang berlebihan. Berikut ini adalah perintah untuk mengisntal dan mengaktifkannya:


sudo apt-add-repository ppa:linrunner/tlp
sudo apt-get update 
sudo apt-get install tlp tlp-rdw
sudo tlp start


Di TLP terdapat 2 jenis opsi yang bisa dijalankan yaitu TLP AC untuk menjaga temperatur baterai dan TLP BAT untuk menghemat daya baterai. Pilih salah satunya. Ini dia perintahnya untuk meng-setting TLP:
TLP AC   : sudo tlp ac
TLP BAT : sudo tlp bat

7. INSTALL CHEESE


Cheese berfungsi untuk mengambil foto atau video dengan menggunakan webcam. Ini dia perintah untuk menginstalnya:


sudo apt-get install cheese


Demikianlah tips-tips yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat

Senin, 16 Februari 2015

Hidup Penuh Makna Dengan Linux


Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa Finlandia yang bernama Linus Torvalds. Dulunya, Linux merupakan proyek hobi yang terinspirasi dari Minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum. Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan GCC (GNU C Compiler). Saat ini Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan software, dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem operasi komersial.

Linux sangat terkenal dengan Commad Line/Terminal. Terminal merupakan tempat untuk menuliskan perintah di Linux. Mungkin bagi anda yang sering berhadapan dengan Windows akan berpikir bahwa cara ini kelihatannya ketinggalan zaman. Kenapa kita harus susah payah mengetik perintah jika kita bisa mengklik secara langsung. Sebenarnya anda sudah sering menggunakan terminal tapi anda tidak menyadarinya. Ketika anda mengklik sebuah icon di dekstop anda atau di menu aplikasi, sebenarnya perintah tersebut berjalan dengan latar belakang terminal tapi bukan anda yang mengetik perintahnya secara langsung, sistemlah yang melakukannya untuk anda. Terus, kalau begitu kenapa harus susah-susah menulis kalau kita bisa diketikkan. Point dari jawabannya sangat banyak, kita hanya membahas beberapa di antarannya. Dengan terminal, kita dapat berkomunikasi langsung dengan sistem kita sehingga perintah dapat dieksekusi dengan lebih cepat. Dengan terminal, kita dapat lebih memahami cara kerja dari komputer kita. Yang penting, kita akan terlihat lebih ahli ketika menggunakan terminal, hehe.

Ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan langsung di terminal seperti menonton video atau melihat gambar. Itu pasti karena terminal bersifat Command Line User Interface sedangkan video dan gambar bersifat Graphical User Interface, tapi anda masih dapat menggunakan terminal untuk mengetik perintah memutar video atau melihat gambar. Kita mungkin akan kewalahan ketika pertama kali menggunakan terminal karena masih banyak perintah yang belum kita ketahui. Namun, seiring dengan berjalannya waktu semua masalah akan berlalu dan anda akan ketagihan dengan terminal.

Anda tahu kenapa logo dari Linux berupa gambar pinguin? Ceritanya begini, suatu hari Linus Torvalds berjalan-jalan ke sebuah taman dan tiba-tiba beliau dipatok/digigit oleh pinguin. Peristiwa tersebut membuat Linus demam dan tidak bisa tidur. kejadian Inilah yang menginspirasi Linus untuk menjadikan pinguin sebagai logo dari Linux supaya orang yang berkenalan dengan Linux tidak bisa tidur karena ketagihan.

Demikian postingan kali ini. Semoga bermanfaat!