Senin, 13 Maret 2017

Hal-Hal Mendasar yang Perlu Dilakukan Sebelum Menggunakan Bahasa Pemrograman C/C++ di Windows


Dalam artikel sebelumnya, saya telah membahas hal-hal mendasar yang perlu dilakukan sebelum menggunakan bahasa pemrograman C/C++ di Ubuntu dan Linux Mint. Rasanya tidak adil jika saya tidak menulis topik pembahasan yang sama untuk pengguna Windows. Dalam artikel ini, saya menggunakan Windows 10.

Saya tidak akan membahas lagi pengenalan singkat bahasa pemrograman C/C++. Bagi yang belum mengenal bahasa C/C++ dapat merujuk ke artikel sebelumnya. Kita langsung masuk ke pokok bahasan.

1. Menginstal Kompiler


Mesin komputer tidak mengerti bahasa pemrograman, mesin hanya mengerti bilangan biner 1 dan 0. Supaya mesin komputer dapat melakukan instruksi-instruksi programmer yang tertuang dalam kode sumber  (source code) program maka kode sumber tersebut harus diterjemahkan  ke dalam bahasa tingkat rendah (bahasa yang dipahami oleh mesin). Kode sumber adalah adalah suatu rangkaian pernyataan atau deklarasi yang ditulis dalam bahasa pemrograman komputer yang terbaca manusia.  

Perangkat lunak yang bertugas dalam proses penerjemahan ini dinamakan penerjemah (translator). Dalam dunia pemrograman, terdapat 2 jenis penerjemah, yaitu:
  1. Interpreter : perangkat lunak yang mampu mengeksekusi kode sumber program lalu menerjemahkannya ke dalam bahasa mesin baris demi baris sambil mengikuti logika yang ada dalam program tersebut.
  2. Kompiler (compiler) : perangkat lunak yang mampu menerjemahkan kode sumber program  ke dalam bahasa mesin secara keseluruhan dan menghasilkan keluaran (output) berupa file yang dapat dieksekusi (executable). File keluaran tersebut dapat dibagikan dan dijalankan oleh orang lain tanpa harus menyertakan kode-sumbernya.
Bahasa C/C++ merupakan bahasa pemrograman yang menggunakan kompiler dalam penerjemahan. Karena itu, hal pertama yang perlu dilakukan sebelum membuat program dalam bahasa C/C++ adalah menginstal kompiler.

Ada banyak jenis kompiler bahasa C/C++ dan yang selalu saya gunakan adalah GCC. Bagaimana cara menginstal GCC di Windows? Ikutilah langkah-langkah yang dipaparkan selanjutnya.

Kunjungilah http://sourceforge.net/projects/mingw-w64/ lalu unduh wingw-w64-install.exe. Jika sudah selesai, masuklah ke folder tempat wingw-w64-install.exe tersimpan lalu klik ganda untuk memulai proses instalasi sehingga tampil jendela berikut:


Tentu saja kita klik Next hingga muncul jendela di bawah ini:


Sesuaikan Achitecture dengan jenis sistem operasi yang anda gunakan (64 bit atau 32 bit). Setelah selesai, klik Next hingga muncul tampilan di bawah ini:


Tungulah (dengan penuh kesabaran) hingga proses instalasi selesai. Setelah selesai, klik Next hingga muncul tampilan di bawah ini:


Klik Finish. Sampai di sini, kompiler telah selesai terinstal di komputer anda. Langkah selanjutnya, kita lakukan pengeditan konfigurasi sistem.

Masuklah ke folder dimana MinGW-W64 terinstal lalu masuklah ke folder bin. Dalam komputer saya, lokasinya adalah Program Files/mingw-w64/x86_64-6.3.0-posix-sjlj-rt_v5-rev1/mingw64/bin. Perhatikan gambar di bawah ini:


Kopilah lokasi folder bin (lihat coretan merah dalam gambar di atas).

Selanjutnya, masuklah ke dalam Control Panel > System and Security > System. Di bagian kiri terdapat menu Advanced System Settings, klik menu tersebut hingga muncul jendela baru. Perhatikan gambar di bawah ini:


Setelah muncul jendela baru, klik Environment Variables hingga muncul tampilan di bawah ini:


Klik Path lalu klik Edit (perhatikan warna biru mudah dan lingkaran merah dalam gambar di atas). Selanjutnya akan ditampilkan jendela di bawah ini:


Pada bagian Variable Value, paste lokasi folder bin yang telah dikopi tadi (perhatikan gambar di atas).

Pengaturan konfigurasi ini bertujuan untuk memudahkan user mengompilasi kode sumber program. Kita tidak perlu lagi masuk ke folder bin setiap kali mengompilasi kode sumber program menggunakan Command Prompt.

2. Mengetes Kompiler


Untuk mengetes kompiler yang telah kita instal di atas kita membutuhkan dua kode sumber program yaitu kode sumber yang berbahasa C dan kode sumber yang berbahasa C++. Jika anda sudah memiliki kode sumber program berbahasa C dan C++ maka anda bisa menggunakan itu. Jika belum maka tulislah script di bawah ini dalam editor (misal: notepad).

Program sederhana menggunakan bahwa C:

1
2
3
4
5
#include <stdio.h>
int main(void) {
   printf("Hello, world!\n");
   return 0;
}

Setelah selesai, simpanlah dengan ekstensi .c misalnya bahasac.c.

Program sederhana menggunakan bahasa C++:

1
2
3
4
5
6
7
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
   cout <<"Hello, world!"<< endl;
   return 0;
}

Simpanlah dengan ekstensi .cpp misalnya bahasacpp.cpp.

Setelah selesai, bukalah Command Prompt lalu masuklah ke folder tempat kedua file C dan C++ di atas tersimpan. Pada komputer saya, saya menyimpannya dalam folder Desktop di partisi C.

Saya menggunakan perintah di bawah ini dalam mengompilasi dan mengeksekusi program:

1
2
3
4
5
6
cd Desktop
dir
gcc -o bahasac bahasac.c
g++ -o bahasacpp bahasacpp.cpp
bahasac
bahasacpp

Perintah cd digunakan untuk berpindah folder (direktory). Perintah cd Desktop berarti berpindah ke folder Desktop. Perintah dir digunakan untuk melihat isi folder. Perintah dalam baris ke 3 dan 4 berfungsi untuk mengompilasi dua kode sumber program yang telah dibuat. bahasac dan bahasacpp merupakan nama file hasil kompilasi sedangkan bahasac.c dan bahasacpp.cpp merupakan nama file yang akan dikompilasi.

Hasilnya dapat dilihat dalam gambar di bawah  ini:


Kedua tanda panah berwarna merah dalam gambar di atas memperlihatkan keluaran dari program.

Demikian tutorial kali ini. Jika ada yang terluput, silakan bertanya dalam kolom komentar. Semoga bermanfaat!

Posting Komentar