Rabu, 08 Maret 2017

Hal-Hal Mendasar yang Perlu Dilakukan Sebelum Menggunakan Bahasa Pemrograman C/C++ di Ubuntu dan Linux Mint


Saya telah menulis beberapa artikel pemrograman menggunakan bahasa C++ dalam blog ini. Beberapa saat kemudian, seorang kenalan saya yang tertarik dengan bahasa pemrograman C/C++ sempat menanyakan cara menginstal kompiler C/C++ di komputer beserta cara mengompilasi source code. Nah, saya pikir, mungkin ada beberapa orang yang mengalami masalah yang sama jadi saya memutuskan untuk menulis artikel yang membahas hal ini.

Mohon maaf bagi anda yang pengguna Windows. Saya belum pernah menggunakan C/C++ di Windows. Saya selalu menggunakan Linux Mint (turunan Ubuntu) ketika membuat program, jadi saya hanya bisa memaparkan hal-hal dasar yang sebaiknya dilakukan sebelum menggunakan bahasa pemrograman C/C++ di Ubuntu dan Linux Mint.

1. Mengenal Bahasa Pemrograman C dan C++


Saya mengasumsikan bahwa sebagian dari pembaca artikel ini merupakan orang-orang yang masih dalam tahap penasaran dan belum mengenal bahasa C/C++. Maka dari itu, saya terlebih dahulu mengenalkan bahasa C/C++ dalam bahasan yang seringkas mungkin.

Bahasa C dikembangkan oleh Dennis Ritchie di Bong Labs pada tahun 1972. Bahasa pemrograman C awalnya dikembangkan untuk Sistem Operasi Unix (nenek moyang Sistem Operasi Linux) namun sekarang sering digunakan dalam komputasi sains dan pengembangan software aplikasi.

Bahasa C merupakan bahasa pemrograman level menengah (midle level programming). Istilah level di sini mengacu pada kemampuan manusia memahami suatu bahasa pemrograman. Semakin tinggi level suatu bahasa pemrograman maka semakin mudah dipahami oleh manusia.

Awalnya, bahasa C dikategorikan ke dalam bahasa pemrograman level tinggi (high level programming) namun levelnya diturunkan karena sekarang sudah banyak bahasa pemrograman yang lebih mudah dimengerti daripada bahas C. Bahasa Python dan Perl merupakan salah satu contoh bahasa pemrograman level tinggi.

Nama bahasa C terbilang cukup unik karena hanya terdiri dari satu huruf padahal bahasa pemrograman lain yang kita kenal saat ini memiliki nama yang lebih dari satu huruf misalnya Python, Fortran, Pearl, dan lain-lain. Kenapa  nama bahasa ini hanya terdiri dari satu huruf yaitu C?

Bahasa C merupakan pengembangan dari bahasa sebelumnya, yaitu bahasa B. Huruf C berada setelah huruf B sehingga bahasa ini dinamai dengan bahasa C.

Pada tahun 1983, Bjarne Stroustrup menciptakan bahasa pemrograman baru yang merupakan pengembangan dari bahasa C. Bjarne Stroustrup menamai bahasa pemrograman yang baru dibuatnya dengan nama C++. Hal mendasar yang membedakan bahasa C dengan bahasa C++ adalah adanya dukungan bahasa C++ terhadap konsep pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming).

2. Hal-Hal Mendasar yang Perlu Dilakukan


Supaya kita dapat membuat program menggunakan bahasa C/C++ pada distro Ubuntu atau Linux Mint maka ada beberapa hal mendasar yang perlu dilakukan. Apakah itu?

Jawabannya adalah menginstal kompiler (compiler) dan hal-hal lain yang mendukung suksesnya proses kompilasi. Bagaimana pun canggihnya program yang anda tulis (kode sumber) dengan memanfaatkan bahasa C/C++, kode sumber (source code) tersebut tidak akan berguna sebelum dikompilasi lalu dijalankan. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Mesin komputer tidak mengerti bahasa C/C++ maupun bahasa pemrograman yang lain. Mesin komputer hanya mengerti bahasa level rendah (low level language) yang berbentuk deretan bilangan biner 0 dan 1.

Supaya mesin komputer dapat memahami keinginan programmer yang tertuang dalam kode sumber program maka kode sumber program harus dikompilasi ke dalam bahasa level rendah (bahasa mesin). Software yang bertanggung-jawab dalam proses kompilasi bahasa pemrograman ke dalam bahasa mesin disebut dengan kompiler (compiler).

Ok, kita akan menginstal kompiler dan hal-hal lain yang turut mendukung suksesnya proses kompilasi. Bukalah terminal (CTRL + ALT + T) lalu jalankanlah perintah di bawah ini baris demi baris:

 1
 2
 3
 4
 5
 6
 7
 8
 9
10
11
sudo apt-get update
sudo apt-get install build-essential software-properties-common -y
sudo add-apt-repository ppa:ubuntu-toolchain-r/test -y
sudo apt-get update
sudo apt-get install gcc-snapshot -y
sudo apt-get update
sudo apt-get install gcc-6 g++-6 -y
sudo update-alternatives --install /usr/bin/gcc gcc /usr/bin/gcc-6 60 --slave /usr/bin/g++ g++ /usr/bin/g++-6
sudo apt-get install gcc-4.8 g++-4.8 -y
sudo update-alternatives --install /usr/bin/gcc gcc /usr/bin/gcc-4.8 60 --slave /usr/bin/g++ g++ /usr/bin/g++-4.8
sudo update-alternatives --config gcc

Setelah selesai, cobalah menjalankan perintah berikut di terminal:

1
2
gcc -v
g++ -v

Jika komputer menampilkan versi GCC dan G++, berarti kompiler anda berhasil terinstal dengan baik.

3. Membuat Program Sederhana dalam Bahasa C dan C++


Pembahasan dalam bagian ini telah melanggar judul artikel. Namun, bagian ini penting untuk memastikan bahwa software-software yang telah kita instal dalam bagian sebelumnya dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Kita akan membuat program sederhana untuk menampilkan teks "Hello, world!" pada terminal. Bukalah editor favorit anda (contoh: xed, gedit) lalu tulislah script bahasa C di bawah ini:

1
2
3
4
5
#include <stdio.h>
int main(void) {
   printf("Hello, world!\n");
   return 0;
}

Setelah selesai, simpanlah dengan ekstensi .c misalnya bahasac.c.

Bukalah kembali editor lalu tulislah script bahasa C++ di bawah ini:

1
2
3
4
5
6
7
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
   cout <<"Hello, world!"<< endl;
   return 0;
}

Simpanlah dengan ekstensi .cpp misalnya bahasacpp.cpp.

Bukalah terminal untuk mengompilasi kedua source code di atas lalu menjalankan program hasil kompilasi. Masuklah ke direktori tempat kedua source code di atas tersimpan lalu jalankanlah perintah di bawah ini:

1
2
3
4
gcc -o bahasac bahasac.c
g++ -o bahasacpp bahasacpp.cpp
./bahasac
./bahasacpp

Hasilnya diperlihatkan oleh gambar di bawah ini:


Semoga berhasil. Jika ada yang kurang jelas, silakan bertanya di kolom komentar!

Posting Komentar