Sabtu, 12 Maret 2016

About Imajinasi Kontemporer


Ada 3 hal yang menjadi tujuan saya membuat blog ini, yaitu:
  1. Mendokumentasikan pemikiran,
  2. Membagikan pemikiran dan pengalaman,
  3. Belajar bertanggung-jawab.
Pertama, mendokumentasikan pemikiran. Saya teringat dengan hari-hari yang kujalani sepanjang tahun 2011. Saat itu, saya begitu aktif mendalami filsafat. Terkadang ada pemikiran-pemikiran baru yang muncul saat disikusi, debat, membaca buku, atau di saat-saat sebelum tidur. Pemikiran-pemikiran tersebut hanya sedikit sekali yang saya tulis. 

Tahun 2012, saya beralih dari kajian filsafat ke kajian ilmu-ilmu fiqih dan hadits. Tahun 2013, saya baru sadar bahwa banyak pemikiran-pemikiran filsafatku yang terlupa. 

Pemikiran-pemikiran yang dihasilkan oleh otak kita tidak dapat bertahan lama dalam ingatan. Tidak seperti pengalaman seru atau pengalaman yang menguras emosi yang dapat bertahan bertahun-tahun dalam ingatan, bahkan sampai di hari tua.

Kalau saya hanya ingin mendokumentasikan pemikiran, kenapa saya mesti mendokumentasikannya dalam sebuah blog? Hal ini ada kaitannya dengan tujuan yang kedua.

Kedua, membagikan pemikiran dan pengalaman. Perjalanan hidup mengajarkanku bahwa tidak semua pemikiran dan pengalaman pribadi kita akan dianggap "sampah" oleh orang lain. Terkadang, terdapat pemikiran dan pengalaman pribadi yang sangat dibutuhkan oleh orang lain walau kita sendiri terkadang tidak menyadari hal itu.

Contoh kecilnya, kita berhasil menyelesaikan sebuah soal matematika sederhana. Mungkin bagi kita soal itu tampak sederhana dan memalukan untuk dibagikan di blog. Itu pemikiran kita, siapa yang tahu kalau ada orang lain di luar sana yang kesulitan mengerjakan soal yang sama dengan yang telah kita kerjakan? Mungkin ada siswa SD atau SMP---misalnya---yang kesulitan mengerjakan soal matematika yang kita anggap sederhana itu dan dia sangat terbantu ketika membaca artikel kita yang membahas hal itu.

Dengan sesuatu yang kita anggap sederhana saja, kita masih bisa membantu orang lain. Bagi saya, satu-satunya yang bisa membuat saya merasa berguna hidup di bumi adalah ketika saya memiliki sesuatu yang bisa membuat orang lain terbantu.

Yang saya maksud dengan membantu orang di sini adalah "membantu" dengan cara yang baik. Bukankah kehadiran Fir'aun sangat membantu Musa AS dan kaumnya. Dengan kehadiran Fir'aun, Musa AS dan kaumnya diuji. Bayangkan jika Fir'aun tidak ada, ujian yang dialami Musa AS dan kaumnya mungkin tidak terlihat "wow" bagi kita. Mungkin juga tidak terlihat "wow" bagi Tuhan. Tentunya, kita tidak ingin membantu orang lain sebagaimana Fir'aun telah membantu Musa AS dan kaumnya masuk surga kan?

Percaya atau tidak, saya bukan orang yang suka memamerkan foto di mana pun termasuk di blog. Terus, kenapa foto saya terpampan di blog ini?

Jawabanya, supaya polisi dapat dengan mudah menemukan saya ketika terdapat artikel saya yang berisi hal-hal yang melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hanya joke yang tidak lucu, sebenarnya bukan itu alasannya.

Salah satu dosen yang pernah saya temui, sangat keras dalam melarang mahasiswanya menjadikan artikel-artikel dalam blog sebagai referensi dalam pengerjaan tugas-tugas kuliah. Kata beliau, banyak penulis-penulis di blog yang tidak dapat mempertanggung-jawabkan tulisannya. Si blogger bersembunyi di balik layar lalu "melemparkan" informasi-informasi kepada khalayak ramai. Jika pembaca mengalami "bencana" akibat informasi yang ia bagikan, si blogger tidak dapat dimintai pertanggung-jawaban karena dari tadi berada di belakang layar dan tidak dikenali. Ini bukan pernyataan saya ya! Ini pernyataan si dosen itu.

Saya khawatir, ada salah satu mahasiswa si dosen yang malas membaca artikel saya hanya karena teringat perkataan si dosen. Supaya hal ini tidak sampai terjadi maka saya pasang foto sebagai bentuk pernyataan simbolik bahwa apa yang saya tulis dalam blog ini dapat dipertanggung-jawabkan. Saya bukan makhluk astral. Saya makhluk real yang bisa didapati berjalan-jalan dengan kaki yang tetap menginjak bumi.

Terakhir, saya ingin membahas mengenai logo blog ini. Logonya dapat dilihat di bagian atas artikel ini---bagi anda yang tidak sempat memperhatikan logonya tadi.

Ada beberapa orang berimajinasi tinggi yang menganggap bahwa logo Imajinasi Kontemporer mengandung simbol satanisme. Mungkin yang dia maksud adalah bentuk di bagian tengah lingkaran putih yang mirip mata satu. Mata yang buta sebelah kiri, mirip mata Dajjal. Terus, di bagian atas terdapat satu tanda titik besar. Sekilas mungkin terlihat seperti mata yang berada di kening atau dahi. Sekali lagi, terlihat mirip dengan Dajjal.

Terus, apakah admin Imajinasi Kontemporer merupakan salah satu pengikut Dajjal? Astagfirullah, tentu saja tidak seperti itu. Itu semua hanyalah kebetulan belaka.

Simbol hitam yang berada di tengah lingkaran putih sebenarnya adalah huruf A dalam aksara Lontara. Aksara Lontara adalah salah satu jenis aksara yang pernah digunakan secara resmi di Sulawesi Selatan tempo dulu.

Kenapa saya menggunakan aksara Lontara? Setidaknya ada 3 alasan, yaitu:
  1. Saya adalah generasi muda suku Bugis yang merasa berkewajiban melestarikan warisan leluhur,
  2. Aksara Lontara merupakan aksara yang digunakan untuk menulis Sure' I Lagaligo, sebuah epik terpanjang di dunia. Saya menggunakan huruf Lontara sebagai bentuk penghargaan kepada penulis Sure' I La Galigo atas keberhasilannya menulis karya sastra yang sangat fenomenal dan berkualitas,
  3. Saya seringkali menulis teks menggunakan aksara Lontara sehingga kebiasaan ini terbawa ke blog.
Pertanyaan selanjutnya, kenapa saya menggunakan huruf A yang bentuknya mirip alis plus mata satu. Alasannya, huruf A dalam aksara Lontara akan dibaca I jika ditambahkan diakritik berupa tanda titik di bagian atas huruf. Huruf I adalah huruf pertama dalam nama Imajinasi Kontemporer, Ishaq Asri, dan I La Galigo.

Saya kira cukup sampai di sini. Semoga artikel-artikel dalam blog ini dapat memberi manfaat bagi anda!

Posting Komentar